Kitakininews.co.id - Manchester City sukses menutup rangkaian pramusim dengan kemenangan meyakinkan setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Atletico Madrid 3-1 pada laga persahabatan internasional, Minggu (9/8/2026) di Seoul World Cup Stadium. Tim asuhan Enzo Maresca sempat tertinggal di babak pertama, namun tampil jauh lebih agresif selepas jeda dan membalikkan keadaan lewat tiga gol dalam tempo sekitar setengah jam.
Hasil ini menjadi modal positif bagi City menjelang bergulirnya musim baru. Sebaliknya, Atletico Madrid harus mengakhiri tur pramusim dengan catatan kekalahan setelah sebelumnya juga takluk dari Manchester United.
Atletico Efektif, City Kesulitan di Babak Pertama
Manchester City mendominasi penguasaan bola sejak peluit awal dibunyikan. Namun, disiplin pertahanan Atletico membuat Erling Haaland dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan peluang bersih.
Justru tim besutan Diego Simeone yang lebih dahulu memecah kebuntuan menjelang turun minum. Pada menit ke-43, Jorge Dominguez Lituba memanfaatkan umpan Morten Hjulmand untuk membawa Los Colchoneros unggul 1-0. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda hingga babak pertama usai.
City Mengamuk Setelah Jeda
Memasuki babak kedua, Manchester City tampil dengan intensitas yang jauh lebih tinggi. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil.
Gol penyeimbang Omar Marmoush lahir pada menit ke-57 sebelum City berbalik unggul hanya dua menit berselang melalui gol kedua pada menit ke-59, kembali dicetak Marmoush. Dua gol cepat tersebut mengubah sepenuhnya jalannya pertandingan dan membuat
Atletico kesulitan keluar dari tekanan.
Ketika Atletico berusaha mengejar ketertinggalan, City justru memastikan kemenangan pada masa injury time. Bek kiri Rayan Ait-Nouri mencetak gol ketiga pada menit ke-90 setelah menerima assist dari Divin Mubama. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Respons Positif Era Enzo Maresca
Kemenangan ini memperlihatkan karakter baru Manchester City di bawah arahan Enzo Maresca. Meski sempat tertinggal, The Citizens tidak kehilangan ketenangan dan mampu meningkatkan tempo permainan setelah turun minum.
Perubahan strategi serta efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor utama keberhasilan City membalikkan keadaan. Intensitas pressing yang meningkat membuat Atletico kehilangan kendali permainan di babak kedua.
Bagi Maresca, hasil ini menjadi sinyal positif bahwa para pemain mulai memahami pendekatan taktik yang diterapkannya menjelang dimulainya kompetisi resmi. Pergantian sejumlah pemain juga memberikan dampak instan terhadap agresivitas serangan City.
Atletico Masih Punya Pekerjaan Rumah
Di kubu Atletico Madrid, organisasi permainan sebenarnya tampil solid sepanjang 45 menit pertama. Namun setelah kebobolan gol penyeimbang, lini belakang mereka mulai kehilangan koordinasi sehingga City mampu memanfaatkan ruang yang terbuka.
Meski kalah, Simeone tetap mendapatkan sejumlah catatan positif dari performa para pemain muda yang kembali diberi kesempatan tampil selama pramusim. Namun konsistensi permainan selama 90 menit masih menjadi pekerjaan rumah sebelum musim kompetisi dimulai.
Sumber: FourFourTwo, Into the Calderon