Kitakininews.co.id - Manchester City mengawali era Enzo Maresca dengan ujian menarik saat menjamu Bournemouth yang kini ditangani Marco Rose pada pekan pertama Liga Inggris 2026/2027.
Manchester City akan membuka perjalanan mereka di Premier League 2026/2027 dengan menghadapi Bournemouth di Stadion Etihad, Minggu (23/8/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi sorotan bukan hanya karena mempertemukan dua tim dengan ambisi besar, tetapi juga lantaran kedua klub memulai musim bersama pelatih baru.
Maresca mendapat tugas berat meneruskan pekerjaan Pep Guardiola sekaligus mengembalikan Manchester City ke jalur perebutan gelar. Laga pembuka ini menjadi kesempatan pertama bagi Maresca memimpin City dalam pertandingan Premier League setelah sebelumnya timnya dihantam Arsenal 0-3 pada Community Shield.
Situasi City juga berubah cukup drastis. Rodri telah meninggalkan Etihad untuk bergabung dengan Barcelona, sementara sejumlah pemain lain juga berada dalam pusaran transfer. Maresca mengakui kondisi tersebut membuat klub harus terus bekerja hingga penutupan bursa.
"Saya tidak khawatir dengan skuad kami. Sejak hari pertama, kami bekerja bersama klub dan banyak hal masih bisa terjadi dalam 10 hari terakhir bursa transfer," kata Maresca.
Mantan pelatih Chelsea itu juga menegaskan City mengetahui kebutuhan mereka. Kepergian Rodri menjadi salah satu persoalan terbesar karena gelandang Spanyol tersebut selama bertahun-tahun menjadi pusat keseimbangan permainan City.
"Kami tahu persis apa yang kami butuhkan dan kemudian kita lihat apa yang terjadi dalam 10 hari ke depan," ujar Maresca.
Di kubu Bournemouth, Marco Rose juga menjalani debut kompetitif setelah menggantikan Andoni Iraola yang hengkang untuk menangani Liverpool. Rose datang dengan reputasi sebagai pelatih yang menginginkan permainan agresif, intens dan berani.
Menghadapi City di Etihad tentu menjadi ujian langsung terhadap pendekatan tersebut. Rose meminta anak asuhnya tidak datang hanya untuk bertahan dan menunggu kesalahan lawan. Ia ingin Bournemouth tetap bermain berani serta mengambil inisiatif.
"Kami harus berani dan bermain dengan kaki depan,"* menjadi pesan Rose menjelang pertandingan, menggambarkan keinginannya agar Bournemouth tetap mempertahankan identitas permainan agresif.
Secara historis, City sangat dominan dalam pertemuan di Etihad. Mereka memenangkan seluruh sembilan pertandingan kandang melawan Bournemouth di Premier League, dengan torehan 34 gol dan hanya enam kali kebobolan. Namun, hasil pertemuan terakhir memberikan peringatan karena kedua tim bermain imbang 1-1 pada akhir musim lalu.
City tetap lebih diunggulkan berkat kualitas Erling Haaland dan keuntungan bermain di kandang. Haaland bahkan mencetak 27 gol di Premier League musim lalu dan menjadi ancaman utama bagi lini belakang Bournemouth.
Namun, Bournemouth bukan lawan yang mudah. Mereka menutup musim lalu dengan 18 pertandingan liga tanpa kekalahan dan kini memiliki motivasi besar untuk memberikan awal sempurna bagi Rose. Masalahnya, Bournemouth datang dengan sejumlah pemain yang belum tersedia, termasuk striker Kroupi, sedangkan Christie harus menjalani skorsing.
City sendiri kehilangan Jérémy Doku akibat cedera betis, meski Matheus Nunes telah kembali fit.
Pertandingan ini akhirnya bukan sekadar pembuka musim. Ini adalah duel dua proyek baru: Maresca berusaha membuktikan bahwa Manchester City tetap mampu menjadi penantang gelar setelah era Guardiola, sementara Rose ingin membangun Bournemouth sebagai kekuatan yang lebih berani dan kompetitif.
Dengan Haaland sebagai ujung tombak dan dukungan publik Etihad, City memiliki keuntungan besar. Namun, jika Rose mampu membuat Bournemouth konsisten melakukan tekanan tinggi dan memanfaatkan ruang di lini tengah City yang sedang mengalami perubahan, kejutan bukan sesuatu yang mustahil.
Sumber: Reuters, Manchester City, Premier League, ESPN, The Guardian, dan OneFootball.