Kitakininews.co.id - Newcastle United dan Liverpool membuka perjalanan mereka di Premier League 2026/2027 dengan pertandingan penuh drama. Bermain di St James' Park, Minggu (23/8/2026) malam WIB, kedua tim harus puas berbagi angka setelah laga berakhir 2-2. Liverpool bahkan membutuhkan penalti pada menit ke-99 untuk menyelamatkan satu poin dari kekalahan.
Pertandingan ini sekaligus menjadi debut kompetitif bagi dua pelatih baru. Andoni Iraola memimpin Liverpool untuk pertama kalinya di pertandingan resmi, sementara Matthias Jaissle menjalani laga perdana sebagai nakhoda Newcastle. (
Newcastle langsung tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Anthony Elanga memanfaatkan serangan cepat untuk menaklukkan Alisson dan membuat tuan rumah unggul 1-0.
Tekanan Newcastle membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan secara efektif. The Reds memang lebih banyak menguasai bola, tetapi beberapa serangan mereka berakhir tanpa penyelesaian yang membahayakan.
Situasi berubah setelah turun minum. Liverpool meningkatkan intensitas dan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Cody Gakpo menerima bola dari Ryan Gravenberch sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tidak mampu dihentikan kiper Newcastle.
Namun, Newcastle kembali memberikan pukulan hanya dua menit kemudian. Joe Willock yang baru masuk dari bangku cadangan langsung mencetak gol untuk membawa tuan rumah kembali unggul 2-1.
Liverpool terus mengejar hingga pertandingan memasuki masa tambahan waktu. Harapan Newcastle meraih kemenangan perdana di era Jaissle akhirnya sirna setelah Lewis Hall menjatuhkan Victor Muñoz di kotak penalti.
Dominik Szoboszlai maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangannya pada menit ke-99 memastikan Liverpool pulang membawa hasil imbang 2-2.
Iraola mengakui hasil tersebut bukan skor yang diharapkannya sebelum pertandingan, tetapi ia puas melihat respons para pemain hingga detik terakhir.
"Mencetak gol di akhir pertandingan mungkin membuat rasanya menjadi lebih menyenangkan. Saya tentu senang kami berhasil mendapatkan satu poin kembali, tetapi kami sebenarnya sudah melakukan lebih dari cukup untuk mencetak gol tersebut. Jika gol itu datang lebih awal, jalannya pertandingan mungkin akan berpihak kepada kami. Namun, saya menghargai semangat tim yang tidak pernah menyerah," ujar Iraola.
Pelatih asal Spanyol itu menilai Liverpool sebenarnya memiliki peluang lebih baik sepanjang pertandingan. Menurutnya, masalah utama The Reds pada babak pertama adalah kurang berani menyelesaikan serangan dengan tembakan.
Iraola juga membela Alexander Isak yang mendapat sambutan sangat keras dari pendukung Newcastle dalam laga pertamanya kembali ke St James' Park setelah meninggalkan klub tersebut. Ia menilai Isak tetap berusaha memberikan kontribusi meski berada dalam tekanan besar.
Di kubu Newcastle, Jaissle tidak menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih asal Jerman itu merasa timnya sudah sangat dekat dengan kemenangan sebelum penalti Liverpool mengubah keadaan.
"Saya sedikit kecewa. Kami sudah sangat dekat untuk mendapatkan tiga poin," ujar Jaissle.
Pelatih asal Jerman itu tetap mengapresiasi penampilan anak asuhnya, terutama keberanian para pemain muda dalam menerapkan permainan intens yang menjadi ciri pendekatannya.
Jaissle juga mempertanyakan keputusan penalti yang diberikan kepada Liverpool pada penghujung pertandingan. Menurutnya, pelanggaran terhadap Victor Muñoz merupakan keputusan yang sangat lunak.
"Menurut saya, itu pelanggaran yang sangat, sangat tipis. Saya tidak menyukai keputusan tersebut," kata Jaissle.
Terlepas dari hasil akhir, Newcastle menunjukkan fondasi menjanjikan di bawah Jaissle. Sementara Liverpool memperlihatkan karakter untuk bangkit, tetapi masih memiliki pekerjaan besar dalam memperbaiki pertahanan, terutama ketika menghadapi serangan balik cepat.
Hasil 2-2 menjadi awal yang berbeda bagi kedua tim: Newcastle kehilangan kemenangan di depan mata, sedangkan Liverpool membawa pulang satu poin yang terasa seperti kemenangan kecil dalam debut era Iraola.
Sumber: Reuters, The Guardian, Sky Sports