Kitakininews.co.id - Timnas Indonesia berpeluang tampil dengan kekuatan terbaik saat menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026, dengan sederet pemain diaspora.
Timnas Indonesia mendapat kesempatan besar untuk bangkit pada FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah hasil mengecewakan di Piala AFF 2026, skuad Garuda kini memiliki peluang menurunkan para pemain terbaik, termasuk sejumlah pemain diaspora yang berkarier di luar negeri.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 3 Oktober 2026. Keuntungan terbesar Indonesia adalah turnamen ini masuk dalam kalender FIFA Matchday. Kondisi tersebut membuat klub lebih berkewajiban melepas pemain yang mendapatkan panggilan tim nasional.
Pelatih John Herdman pun mempunyai lebih banyak pilihan. Sebelumnya, Herdman mengungkapkan dirinya sudah berbicara dengan lebih dari 16 pemain diaspora sejak menangani Timnas Indonesia. Ia juga menyebut proses evaluasi pemain terus berjalan.
Dalam daftar 26 pemain yang diberitakan masuk panggilan Garuda untuk FIFA ASEAN Cup 2026, mayoritas merupakan pemain yang memiliki pengalaman bermain di luar Indonesia.
Di posisi penjaga gawang terdapat Maarten Paes dan Emil Audero. Keduanya memiliki pengalaman berkarier di Eropa dan menjadi opsi penting Herdman di bawah mistar.
Lini belakang bahkan terlihat sangat kuat. Jay Idzes, Elkan Baggott, Justin Hubner, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dean James, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Eliano Reijnders dan Nathan Tjoe-A-On masuk dalam daftar yang diberitakan mendapat panggilan.
Kehadiran mereka memberikan Herdman banyak alternatif. Jay Idzes bisa menjadi pemimpin pertahanan, sementara Kevin Diks dan Calvin Verdonk menawarkan fleksibilitas di sisi kanan maupun kiri. Nathan juga dapat dimainkan sebagai bek sayap ataupun gelandang.
Di sektor tengah, Indonesia mempunyai Ivar Jenner, Thom Haye dan Joey Pelupessy. Ketiganya merupakan pemain yang telah memiliki pengalaman sepak bola Eropa sehingga diharapkan mampu memberikan kontrol permainan dan ketenangan ketika Garuda menghadapi lawan-lawan kuat.
Sementara itu, lini depan tidak kalah menarik. Miliano Jonathans, Luke Vickery, Mitchell Baker, Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny menjadi sejumlah nama yang dapat memperkaya pilihan Herdman. Mereka akan bersaing dengan pemain lokal seperti Marselino Ferdinan, Beckham Putra dan Adrian Wibowo.
Status FIFA Matchday menjadi pembeda utama dibandingkan Piala AFF 2026. Pada turnamen sebelumnya, beberapa pemain abroad tidak dapat memperkuat Indonesia karena klub tidak memiliki kewajiban melepas pemain. Situasi itu membuat Garuda tidak tampil dengan kekuatan penuh.
Kini, Herdman mempunyai kesempatan meramu komposisi terbaik. Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Emil Audero hingga Maarten Paes berpotensi menjadi tulang punggung skuad.
Indonesia sendiri berada di Grup A bersama Malaysia, India dan Singapura. Sebagai tuan rumah, Garuda tentu membidik hasil maksimal sekaligus menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum kebangkitan.
Namun, banyaknya pemain diaspora bukan jaminan Indonesia otomatis menjadi juara. Tantangan terbesar justru berada di tangan Herdman untuk menyatukan pemain dengan karakter, pengalaman, dan posisi berbeda menjadi sebuah tim yang solid.
Jika seluruh pemain terbaik dapat hadir dan berada dalam kondisi fit, Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih menjanjikan. FIFA ASEAN Cup 2026 pun berpotensi menjadi panggung pembuktian bagi generasi diaspora Indonesia sekaligus kesempatan Garuda mengejar trofi di kandang sendiri.
Sumber: rctiplus.com, Antara News, Inews, Metro Tv News