Kitakininews.co.id - Presiden PSMS Medan,Fendi Jonathan, angkat bicara terkait kabar yang menyebut klub berjuluk Ayam Kinantan masih memiliki tunggakan gaji kepada pemain. Fendi menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima konfirmasi langsung dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengenai persoalan tersebut.
Fendi menyampaikan klarifikasi itu saat memantau pelaksanaan Piala Suratin di Lapangan PPLP Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2026). Ia mengaku informasi mengenai dugaan tunggakan tersebut sejauh ini hanya diketahuinya melalui pemberitaan dan media sosial.
"Sampai sejauh ini, tidak ada konfirmasi langsung APPI kepada kami. Tapi kami hanya melihat dari media sosial saja. Yang saya tahu itu menurut media, bukan menurut APPI, saya juga nggak tahu," kata Fendi.
Menurut Fendi, pihak manajemen PSMS saat ini juga telah berkomunikasi dengan manajemen sebelumnya untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Dari penjelasan manajemen lama, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai pembayaran gaji, melainkan berkaitan dengan pemutusan kontrak pemain di tengah musim.
"Masalahnya itu bukan masalah tunggakan gaji. Masalahnya itu adalah pemutusan kontrak di tengah musim. Dan ini ada sengketa," ujarnya.
Fendi menyebut manajemen lama memiliki alasan tersendiri dalam mengambil keputusan tersebut. Salah satunya berkaitan dengan dugaan tindakan indisipliner yang dilakukan pemain bersangkutan. Karena terdapat perselisihan, perkara tersebut kemudian masuk ke ranah National Dispute Resolution Chamber (NDRC).
"Menurut manajemen lama ada tindakan indisipliner. Makanya ini masuk ke NDRC," tutur Fendi.
Hingga kini, lanjut dia, PSMS masih menunggu keputusan resmi NDRC mengenai sengketa tersebut. Fendi menegaskan belum ada dasar bagi manajemen saat ini untuk menyatakan klub memiliki kewajiban pembayaran sebelum keputusan resmi dikeluarkan.
"Jadi yang kami tahu sampai sekarang pun putusan NDRC-nya belum ada terkait hal ini. Sehingga menurut hemat kami, kami belum ada kewajiban apa pun untuk melakukan pembayaran," katanya.
Fendi juga menyayangkan munculnya pernyataan mengenai kewajiban PSMS membayar sebelum proses sengketa menghasilkan keputusan. Ia meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
"Sangat disayangkan saja melontarkan statement yang memang belum ada putusannya seperti itu," ucapnya.
Meski demikian, Fendi memastikan PSMS tidak akan menghindari tanggung jawab apabila nantinya NDRC memutuskan klub memang wajib membayar hak pemain.
"Kalau memang sudah ada dan memang PSMS diwajibkan untuk membayar, saya pastikan kami akan bertanggung jawab. Nggak akan lepas tangan," tegasnya.
Fendi juga meminta persoalan tersebut dilihat secara utuh karena menyangkut citra PSMS yang sedang dibangun kembali. Ia mengingatkan dampaknya bukan hanya terhadap klub, tetapi juga para sponsor.
"Jangan langsung terburu-buru menjatuhkan. Dilihat dulu, karena ini dampaknya luas. Bukan hanya citra PSMS sendiri yang sedang kami bangun, tetapi ini ke sponsor juga bahaya. Nanti sponsor bisa menarik diri kalau misalkan ada masalah," pungkasnya.