Kitakininews.co.id - Kabar kurang menyenangkan datang bagi Timnas Indonesia U-20 setelah Mitchell Lee Baker dipastikan tidak bisa memperkuat Garuda Nusantara pada Piala Asia U-20 2027. Padahal, striker muda berdarah Indonesia-Australia itu baru saja mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama tim senior Indonesia.
Nama Baker sempat muncul sebagai salah satu pemain yang diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia U-20 di putaran final Piala Asia U-20 2027. Harapan tersebut semakin besar setelah Indonesia memastikan tiket ke putaran final dengan menjadi juara grup pada babak kualifikasi di Laos.
Namun, regulasi AFC menjadi penghalang. Berdasarkan aturan resmi AFC untuk Piala Asia U-20 2027, pemain yang boleh tampil harus lahir antara 1 Januari 2007 hingga 31 Desember 2011.
Sementara itu, Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Artinya, meskipun saat ini masih berusia 19 tahun, tanggal kelahirannya membuat Baker berada di luar batas usia yang ditetapkan AFC. Ia akan genap 20 tahun pada Desember 2026.
Situasi tersebut tentu cukup disayangkan karena Baker sedang menunjukkan perkembangan pesat. Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 13 Juli 2026, ia langsung mendapatkan kesempatan bersama tim senior.
Debutnya bahkan berlangsung luar biasa. Baker mencetak hattrick ketika Indonesia menghantam Kamboja 5-1 pada laga ASEAN Championship 2026. Setelah pertandingan, ia mengaku momen tersebut terasa seperti mimpi.
"Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Perasaan yang luar biasa. Saya tidak mungkin berada di sini tanpa tim, staf pelatih, dan semua orang yang membantu saya," kata Baker sebelumnya.
Sebelumnya, setelah resmi menjadi WNI, Baker juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengenakan seragam Merah Putih.
"Saya sangat senang sekali. Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga saya, termasuk keluarga saya yang ada di Indonesia. Saya benar-benar bahagia dan sudah tidak sabar untuk segera bermain untuk Indonesia," ujarnya melalui pernyataan PSSI.
Ironisnya, ketajaman Baker justru datang ketika Timnas U-20 membutuhkan penyerang produktif. Pada kualifikasi, lini depan Garuda Nusantara sempat mendapat sorotan setelah bermain 0-0 melawan Malaysia. Pelatih timnas U20, Nova Arianto mengakui penyelesaian akhir menjadi salah satu masalah tim.
"Memang ada beberapa peluang yang seharusnya menjadi gol, tetapi belum bisa dikonversikan menjadi gol," kata Nova.
Meski tanpa Baker, Indonesia masih memiliki sejumlah opsi untuk memperkuat skuad menuju putaran final. Nama Mathew Baker dan Mike Rajasa menjadi dua pemain yang berpotensi dipertimbangkan Nova Arianto.
Kini pekerjaan Nova semakin jelas. Indonesia harus menemukan solusi di lini depan sekaligus membangun skuad yang mampu bersaing menghadapi tim-tim kuat Asia. Apalagi, Piala Asia U-20 2027 juga menjadi jalan menuju Piala Dunia U-20 2027.
Sumber: AFC Assets, Antara News, Ligaolahraga.com, iNews.ID