Kitakininews.co.id - Paris Saint-Germain membuka perjuangan mempertahankan gelar Liga Champions dengan cara meyakinkan. Bermain di Parc des Princes, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB, PSG menghajar Slovan Bratislava 6-1 dalam laga perdana fase liga.
Kemenangan besar ini menjadi jawaban PSG setelah mengawali musim domestik dengan hasil yang kurang meyakinkan. Tim asuhan Luis Enrique langsung memperlihatkan agresivitas sejak menit pertama dan membuat Slovan kesulitan keluar dari tekanan.
Ousmane Dembélé menjadi pemain pertama yang membuka pesta gol PSG. Peraih Ballon d'Or tersebut mencetak dua gol hanya dalam rentang enam menit, masing-masing pada menit ke-17 dan 23.
Slovan semakin kehilangan kendali ketika Ferran Torres mencetak gol ketiga PSG pada menit ke-31. Gol tersebut sekaligus menjadi awal dari malam luar biasa penyerang asal Spanyol itu.
Memasuki babak kedua, Torres kembali menunjukkan ketajamannya. Ia mencetak gol pada menit ke-47 dan 57 untuk melengkapi hat-trick dalam debutnya bersama PSG di Liga Champions. Penampilan tersebut membuat Torres terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan versi UEFA.
Slovan sempat memperkecil ketertinggalan melalui Suleiman Camara pada menit ke-59. Namun, gol tersebut tidak mengubah jalannya pertandingan. PSG tetap mendominasi penguasaan bola dan terus menciptakan peluang.
Fabián Ruiz kemudian menutup pesta PSG melalui gol pada menit ke-88. PSG mengakhiri pertandingan dengan 72,1 persen penguasaan bola dan melepaskan 35 tembakan, 14 di antaranya tepat sasaran. Slovan hanya menghasilkan sembilan tembakan dengan empat mengarah ke gawang.
Luis Enrique puas melihat respons anak asuhnya. Pelatih asal Spanyol tersebut secara khusus memuji intensitas PSG sejak awal pertandingan.
"Saya senang dengan hampir semuanya,"kata Enrique seusai laga.
Ia juga menilai atmosfer Parc des Princes sangat spesial dan para suporter memberikan respons luar biasa terhadap permainan tim.
"Saya sangat menyukai intensitas yang kami tunjukkan ketika memulai pertandingan, terutama intensitas tinggi tanpa bola," lanjutnya.
Enrique mengakui ada satu hal yang membuatnya kurang puas, yakni PSG kebobolan satu gol.
"Satu-satunya hal negatif adalah kami kebobolan gol," ujarnya. Meski begitu, ia menegaskan secara keseluruhan sangat puas dengan penampilan tim.
Pelatih PSG itu juga menyoroti karakter tim yang menurutnya semakin sulit dihentikan ketika mampu melakukan tekanan secara kolektif.
"Kami adalah tim yang sangat sulit untuk ditutup," katanya.
Kemenangan telak tersebut bukan sekadar tiga poin. PSG mengirim pesan kuat kepada para pesaing bahwa ambisi mempertahankan mahkota Eropa masih sangat serius. Ferran Torres menjadi sorotan utama, sementara Dembélé kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mampu mengubah pertandingan.
Sumber: PSG, L'Équipe