Kitakininews.co.id - Juventus membuka perjalanan di Liga Europa 2026/27 dengan penampilan meyakinkan. Menjamu NEC Nijmegen di Allianz Stadium, Kamis (17/9/2026) malam WIB, Bianconeri mengamuk dengan kemenangan telak 5-0.
Hasil tersebut menjadi respons sempurna Juventus setelah sebelumnya menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Sassuolo di Serie A. Luciano Spalletti melakukan sejumlah perubahan dan keputusan tersebut langsung memberikan dampak besar sejak menit awal.
Juventus membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui Nicolas Gonzalez. Gol tersebut tidak lepas dari kesalahan fatal kiper NEC, Nikolas Polster, yang gagal mengantisipasi situasi di kotak penalti. Gonzalez dengan sigap memanfaatkan peluang untuk membawa tuan rumah unggul.
Tekanan Juventus tidak berhenti. Kerim Alajbegovic kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-26. Pemain tersebut menunjukkan ketenangan dalam menyelesaikan peluang sekaligus membuat NEC semakin kesulitan mengembangkan permainan.
Nick Woltemade kemudian membawa Juventus unggul 3-0 melalui eksekusi penalti. Gonzalez menjadi pemain yang berperan dalam terciptanya hadiah penalti tersebut. Hingga turun minum, Juventus sudah memiliki keunggulan nyaman tiga gol.
Memasuki babak kedua, Spalletti melakukan sejumlah pergantian untuk menjaga intensitas sekaligus memberikan menit bermain kepada pemain lain. Juventus tetap mengontrol pertandingan dan tidak memberikan kesempatan kepada NEC untuk bangkit.
Zeki Celik mencetak gol keempat sebelum Randal Kolo Muani melengkapi pesta gol Juventus. Kolo Muani juga menunjukkan pengaruhnya setelah masuk sebagai pemain pengganti. NEC semakin terpuruk dan gagal menemukan cara menghentikan serangan tuan rumah.
Spalletti mengaku puas dengan respons para pemain setelah kekalahan dari Sassuolo. Menurutnya, Juventus mampu mengubah keraguan menjadi keputusan positif ketika menghadapi NEC.
"Saya sangat puas dengan kemenangan dan penampilan karena tim memasuki pertandingan dengan kepala yang jernih," ujar
Spalletti. Ia menilai pemain mampu mengubah keraguan setelah kekalahan menjadi tindakan nyata di lapangan.
"Kami membutuhkan sedikit lebih banyak kekompakan dan kekuatan pada tahap ini," lanjutnya. Spalletti juga menilai keputusan melakukan perubahan terhadap komposisi dan pendekatan permainan berjalan sesuai rencana.
Kemenangan 5-0 menjadi modal penting Juventus untuk membangun kembali kepercayaan diri. Namun, lawan berikutnya di Serie A akan menjadi ujian berbeda karena Juventus harus menghadapi Atalanta.
Bagi NEC, kekalahan tersebut menjadi pukulan berat. Juventus memanfaatkan kesalahan lawan dengan sangat efektif dan mengubah pertandingan pembuka Liga Europa menjadi panggung kebangkitan Bianconeri.
Sumber: Juventus