Kitakininews.co.id - Zinedine Zidane mengawali kiprahnya sebagai pelatih Timnas Prancis dengan kemenangan. Les Bleus menundukkan Turki 1-0 dalam laga pembuka UEFA Nations League 2026/2027 di Kocaeli Stadyumu, Jumat (25/9/2026) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.
Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan Prancis melalui gol pada menit ke-54. Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-67 Mbappe bersama tim nasional. Namun, kemenangan itu harus dibayar dengan keluarnya sang kapten akibat cedera sesaat setelah mencetak gol. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) kemudian mengonfirmasi Mbappe tidak akan melanjutkan agenda bersama timnas pada jeda internasional kali ini.
Bagi Zidane, kemenangan tersebut memiliki arti khusus karena menjadi pertandingan pertamanya sebagai pelatih Les Bleus setelah menggantikan Didier Deschamps. Ia mengaku merasakan emosi besar sebelum dan selama pertandingan.
"Banyak emosi. Ini adalah pertandingan pertama, dan memulai dengan kemenangan tidak pernah mudah, terutama di sini di Turki," kata Zidane kepada TF1, seperti dikutip Goal.
Mantan pelatih Real Madrid itu juga memberikan apresiasi terhadap cara anak asuhnya menjalankan rencana permainan. Menurutnya, Prancis mampu memberikan tekanan tinggi sekaligus menjaga penguasaan permainan ketika mendapatkan bola.
"Saya pikir kami memainkan pertandingan yang memang harus kami mainkan. Kami tidak membiarkan lawan bermain, kami melakukan pressing cukup tinggi dan sangat agresif saat melakukan perebutan kembali bola," ujar Zidane.
Zidane menilai penampilan tersebut semakin menarik karena dirinya baru memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bekerja bersama skuad. Prancis hanya menjalani sekitar tiga setengah sesi latihan sebelum menghadapi Turki.
"Saya melihat banyak hal menarik, meskipun kami hanya bekerja bersama selama tiga setengah sesi latihan. Ini sangat menggembirakan," tuturnya.
Pelatih berusia 54 tahun tersebut juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kualitas individu dan organisasi permainan. Prancis memiliki sejumlah pemain yang mampu menentukan pertandingan secara individual, tetapi Zidane tidak ingin ketergantungan tersebut membuat struktur tim kehilangan keseimbangan.
"Pertandingan ini menunjukkan bahwa kami bisa bermain dengan beberapa cara, dan itu yang menarik bagi saya. Keseimbangan adalah kunci dari semuanya," kata Zidane.
Ia menambahkan, kemampuan dan skill individu pemain menjadi pembeda, kendati harus tampil lebih bertahan.
"Kami memiliki pemain yang mampu membuat perbedaan kapan saja, tetapi kami harus mempertahankan organisasi kolektif yang solid agar tidak membuka ruang bagi lawan," ujarnya.
Zidane juga memberikan penghormatan kepada Turki yang mampu mempertahankan intensitas hingga pertandingan berakhir. Ia mengaku sempat memperkirakan kondisi fisik lawan akan menurun, tetapi hal itu tidak terjadi.
"Kita harus memberikan penghormatan kepada Turki. Banyak yang mengira mereka akan menurun secara fisik, tetapi itu tidak terjadi. Mereka mempertahankan intensitas tinggi sampai akhir," ucapnya.
Meski demikian, kemenangan Prancis kini dibayangi kondisi Mbappe. Zidane mengonfirmasi sang kapten harus meninggalkan skuad setelah mengalami masalah pada lutut. Situasi tersebut menjadi perhatian tersendiri menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya di Nations League.
Debut Zidane akhirnya ditutup dengan tiga poin, tetapi sang pelatih langsung mengingatkan bahwa perjalanan Prancis masih panjang. Ia ingin kemenangan atas Turki menjadi fondasi bagi tim yang mampu bermain fleksibel, agresif, sekaligus tetap terorganisasi.
Sumber: Goal, AP, dan L'Équipe., FFF