FIFA ASEAN Cup

10 Pemain Timnas Indonesia Tahan Gempuran Malaysia Tanpa Gol

Thom Haye Dikartu Merah, Garuda Bertahan dengan 10 Pemain dan Gagalkan Ambisi Malaysia Meraih Kemenangan di SUGBK.
Sukri - Senin, 28 September 2026 22:02 WIB
istimewa
Kiper Maarten Paes sukses menggagalkan sejmlah peluang Malaysia untuk hasil imbang di SUGBK 0-0. (Foto: timnasindonesia/Instagram)

Kitakininews.co.id - Timnas Indonesia harus puas berbagi angka dengan Malaysia setelah bermain imbang tanpa gol dalam lanjutan Grup A FIFAASEAN Cup 2026. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam, skuad Garuda gagal memaksimalkan keuntungan sebagai tuan rumah.

Hasil imbang 0-0 ini terasa cukup berat bagi Indonesia. Pasalnya, pasukan John Herdman harus berjuang dengan 10 pemain sejak menit ke-35 setelah gelandang andalan Thom Haye menerima kartu merah.

Meski kehilangan satu pemain, Indonesia mampu mempertahankan gawangnya hingga pertandingan berakhir. Sementara Malaysia yang unggul jumlah pemain gagal memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol kemenangan.

Hasil ini membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A. Malaysia berada di puncak dengan keunggulan selisih gol.

Gol Justin Hubner Dianulir

Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung memperlihatkan keinginan menguasai permainan. Dukungan suporter di SUGBK memberikan tambahan semangat bagi Kevin Diks dan kawan-kawan untuk menekan pertahanan Harimau Malaya.

Peluang pertama bahkan berhasil dikonversi menjadi gol ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Justin Hubner sukses menyambar bola hasil lemparan jauh Kevin Diks yang menciptakan kemelut di depan gawang Malaysia.

Namun, kegembiraan pemain Indonesia tidak berlangsung lama. Wasit menganulir gol tersebut karena ditemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Keputusan itu membuat Indonesia harus kembali bekerja keras mencari celah di pertahanan lawan. Malaysia juga tidak tinggal diam dan beberapa kali mencoba membangun serangan melalui kecepatan Arif Aiman serta Faisal Halim.

Pertandingan semakin panas ketika memasuki pertengahan babak pertama. Intensitas duel meningkat, sementara kedua tim terlihat berusaha memenangkan perebutan bola di lini tengah.

Petaka kemudian datang untuk Indonesia pada menit ke-35. Thom Haye awalnya mendapatkan kartu kuning setelah melakukan tekel terhadap Arif Aiman. Namun, setelah wasit asal Korea Selatan Ko Hyung-jin meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut berubah menjadi kartu merah langsung.

Haye pun harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Indonesia praktis kehilangan salah satu pengatur permainan ketika pertandingan masih menyisakan waktu cukup panjang.

John Herdman merespons situasi tersebut dengan memasukkan Ivar Jenner menggantikan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-42. Perubahan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan lini tengah Garuda. Indonesia dan Malaysia akhirnya menutup babak pertama dengan kedudukan 0-0.

Malaysia Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain

Memasuki babak kedua, Malaysia mencoba mengambil alih kendali permainan. Keunggulan jumlah pemain membuat anak asuh Tan Cheng Hoe lebih leluasa mengembangkan serangan.

Indonesia memilih bermain lebih disiplin dengan memperkuat pertahanan dan mengandalkan serangan balik. Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting dalam menjaga gawang Garuda tetap aman.

Malaysia memperoleh peluang berbahaya pada menit ke-63. Paulo Jouse yang berdiri cukup bebas berhasil menyambut umpan dengan sundulan. Beruntung, bola masih melambung di atas mistar gawang Indonesia.

Tekanan Harimau Malaya berlanjut. Pada menit ke-74, giliran Fergus Tierney mendapatkan kesempatan emas. Namun, penyelesaian akhirnya masih melebar dari sasaran.

Situasi semakin menegangkan ketika pertandingan memasuki 15 menit terakhir. Malaysia terus menggempur pertahanan Indonesia, sementara Garuda mulai kesulitan mengembangkan permainan karena tekanan lawan.

Herdman kemudian melakukan pergantian pemain untuk menjaga kekuatan pertahanan. Rizky Ridho masuk menggantikan Dean James pada menit ke-82, sedangkan Nathan Tjoe-A-On menggantikan Ole Romeny satu menit sebelumnya.

Malaysia hampir memecahkan kebuntuan menjelang pertandingan berakhir. Namun, Justin Hubner tampil sigap melakukan blok penting untuk menggagalkan peluang yang mengancam gawang Paes.

Penyelamatan tersebut menjadi salah satu momen krusial bagi Indonesia dalam mempertahankan hasil imbang.

Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol tercipta. Skor 0-0 menjadi hasil akhir pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut.

Persaingan Grup A Semakin Ketat

Hasil ini membuat persaingan Grup A FIFAASEAN Cup 2026 semakin menarik. Indonesia dan Malaysia sama-sama belum terkalahkan setelah menjalani dua pertandingan.

Sebelum pertandingan ini, Indonesia membuka kompetisi dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Sementara Malaysia mengawali perjalanan dengan menundukkan Bangladesh 3-0.

Tambahan satu poin membuat Indonesia mengoleksi empat angka, sama dengan Malaysia. Namun, Harimau Malaya masih memimpin klasemen berkat keunggulan selisih gol.

Bagi Herdman, hasil ini sekaligus memperlihatkan bagaimana skuad Garuda mampu bertahan dalam situasi sulit. Kehilangan Thom Haye sejak babak pertama membuat Indonesia harus mengubah pendekatan permainan.

Sementara bagi Malaysia, kegagalan meraih kemenangan meski unggul jumlah pemain menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Tan Cheng Hoe.

Sumber: DetikSulsel, Inilah.com, TVRINews

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Indonesia vs Malaysia: Derby Panas Perebutan Puncak Grup FIFA ASEAN Cup

Olahraga

Gubernur BI Destry Damayanti Coba Langsung QRESTO di Booth Pemkot Medan pada FEKDI 2026

Olahraga

Indonesia Ukir Emas Pertama Asian Games 2026 Lewat Drama Sengit

Olahraga

Polda Riau Sita 140 Ton Arang Bakau di Pulau Rupat

Olahraga

Bapenda Medan Paparkan Medan QRESTO, Inovasi Digital untuk Dongkrak Penerimaan Pajak Daerah

Olahraga

Sofyan Tan Ungkap Filosofi Kepemimpinan dari Barongsai: Sehati, Kompak dan Peka terhadap Sesama