UEFA Nations League

Dua Kekalahan Hantam Turki, Montella Akui Masalah Mental dan Fisik

Setelah kalah tipis dari Prancis dan dihajar Italia, Montella menyoroti kesiapan mental, fisik, serta reaksi suporter Turki
Sukri - Selasa, 29 September 2026 16:52 WIB
istimewa
Pemain timnas Italia merayakan gol ke gawang Turki. (Foto: uefaeuro/Instagram)

Kitakininews.co.id - Turki menghadapi tekanan besar setelah menelan dua kekalahan beruntun dalam UEFA Nations League 2026/2027. Setelah takluk 0-1 dari Prancis, Vincenzo Montella kembali harus menerima kenyataan pahit ketika anak asuhnya dihajar Italia dengan skor 1-4 di Bursa, Senin (28/9/2026) atau Selasa (29/9/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut semakin memperbesar sorotan terhadap pelatih asal Italia itu. Apalagi, kekalahan dari Gli Azzurri terjadi di hadapan pendukung sendiri yang sebelumnya berharap Turki mampu bangkit setelah gagal mengamankan poin ketika menjamu Prancis.

Montella pun tidak menutupi kekecewaannya. Namun, ia menilai persoalan terbesar timnya bukan semata-mata kualitas individu, melainkan kesiapan menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi dalam waktu berdekatan.

Kekalahan dari Prancis sebenarnya masih menyisakan sejumlah catatan positif. Turki mampu memberikan perlawanan ketat kepada tim asuhan Zinedine Zidane, tetapi gagal memaksimalkan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Selepas pertandingan tersebut, Montella mengatakan, performa tim yang baik berbanding terbalik dengan hasil kekalahan kedua.

"Saya menganalisis tim secara keseluruhan. Ini pertandingan yang berlangsung seimbang. Kami menunjukkan performa sangat baik. Karena itu, saya kecewa dengan hasilnya," ujarnya,

Ia juga menilai Turki pantas mendapatkan hasil lebih baik setelah berusaha mempertahankan identitas permainan sepanjang pertandingan.

"Kami berusaha menampilkan permainan sendiri, siapa pun lawannya. Kami menunjukkan sepak bola kami dari awal sampai akhir. Kami pantas mendapatkan lebih," ujar Montella, dikutip dari laporan media Turki DHA. Namun, situasi berubah drastis ketika Turki menghadapi Italia.

Italia Hancurkan Turki dalam 30 Menit

Bermain di Bursa, Turki justru kehilangan kendali sejak awal pertandingan. Italia yang ditangani Roberto Mancini langsung memperlihatkan efektivitas serangan dan unggul tiga gol sebelum babak pertama berakhir.

Alessandro Bastoni membuka keunggulan Italia, disusul Davide Frattesi dan Michael Kayode. Turki sempat memberikan perlawanan melalui Baris Alper Yilmaz setelah turun minum, tetapi Francesco Pio Esposito memastikan kemenangan Italia menjadi 4-1.

Montella mengakui anak asuhnya tidak mampu mengimbangi intensitas permainan lawan, terutama pada 30 menit pertama.

"Setengah jam pertama benar-benar harus dilupakan," kata Montella kepada Sky Sport Italia.

"Untuk bermain setiap tiga hari pada level seperti ini, dibutuhkan kebiasaan dan pengalaman yang saat ini belum kami miliki."

Menurutnya, Turki membutuhkan pemulihan mental sekaligus fisik agar mampu mempertahankan konsistensi permainan.

"Ini membutuhkan penyegaran mental maupun fisik setiap beberapa hari. Itu bukan sesuatu yang mudah dipelajari dalam waktu singkat," lanjutnya.

Montella juga menjelaskan bahwa persoalan utama timnya terlihat dari pendekatan awal pertandingan yang tidak berjalan sesuai rencana.

"Mereka lebih siap secara mental. Kami tidak terkoordinasi, sehingga harus berlari lebih banyak dan kehilangan keyakinan," ungkapnya.

Montella Terkejut Suporter Menuntut Mundur

Tekanan terhadap Montella semakin terasa ketika suporter Turki menyuarakan ketidakpuasan sepanjang pertandingan. Bahkan, sejumlah pendukung meminta pelatih berusia 52 tahun tersebut meninggalkan jabatannya.

Montella mengaku tidak menduga reaksi negatif datang begitu cepat, terutama setelah kontribusi para pemain selama tiga tahun terakhir.

"Mereka juga mencemooh para pemain setelah gol pertama, padahal mereka tidak pantas mendapatkannya," ujarnya.

"Saya benar-benar tidak menyangka reaksi seperti itu datang begitu cepat setelah semua yang telah dilakukan para pemain ini selama tiga tahun terakhir," kata dia

Ia menegaskan bahwa Turki masih membutuhkan perbaikan, terutama dalam menjaga konsentrasi dan kesiapan menghadapi jadwal padat.

Dua kekalahan tersebut membuat Turki belum memperoleh poin di Grup A1. Sementara Italia berhasil bangkit setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Belgia.

Sumber: Football Italia, DHA, Reuters, Sky Sport

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Belgia Tumbang, Jurus Super Sub Zidane Berbuah Gol Kemenangan Olise

Olahraga

Indonesia vs Malaysia: Derby Panas Perebutan Puncak Grup FIFA ASEAN Cup

Olahraga

Spanyol Comeback, Inggris Tumbang 2-3 di Wembley

Olahraga

Zidane Puas Prancis Kalahkan Turki 1-0, Soroti Taktik hingga Cedera Mbappe

Olahraga

Prancis Era Zidane Hadapi Turki, Ujian Berat di Kocaeli

Olahraga

Belanda Selamatkan Debut Xavi, Gakpo Gagalkan Kemenangan Klopp