Kitakininews.co.id -
Australia akhirnya harus mengakui keunggulan
Brasil dengan skor 2-4 dalam pertandingan persahabatan kedua di Suncorp Stadium, Brisbane, Selasa (29/9/2026) sore. Socceroos sempat membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu, tetapi
Brasil bangkit pada babak kedua dan mengunci kemenangan di hadapan sekitar 52.000 penonton.
Brasil langsung mengejutkan Australia ketika Vanderson mencetak gol cepat pada menit ketiga. Namun, tuan rumah tidak kehilangan keberanian. Alessandro Circati kemudian menyamakan kedudukan sebelum Connor Metcalfe membawa Australia berbalik unggul 2-1.
Keunggulan tersebut menjadi salah satu momen terbaik Australia dalam pertandingan. Socceroos mampu memberikan tekanan, bermain agresif, serta memanfaatkan dukungan penuh penonton di Lang Park.
Brasil kemudian mendapatkan momentum menjelang turun minum dan membuat skor kembali berimbang. Setelah jeda, pengalaman serta kualitas individual pemain Brasil mulai terlihat.
Bruno Guimarães membawa Brasil kembali memimpin pada babak kedua. Tekanan Seleção semakin kuat dan membuat lini belakang Australia harus bekerja keras.
Vinicius Junior kemudian memperlebar keunggulan Brasil melalui tendangan penalti pada menit ke-80. Penyerang Real Madrid itu mampu menuntaskan peluang dari titik putih untuk mengubah skor menjadi 4-2.
Hasil tersebut membuat Australia gagal mengulang penampilan impresif pada pertemuan pertama. Lima hari sebelumnya di Townsville, kedua tim bermain imbang 1-1 setelah Nestory Irankunda membawa Australia unggul melalui tendangan bebas spektakuler sebelum Rayan menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir.
Popovic Sudah Prediksi Brasil Akan Berbeda
Pelatih Australia Tony Popovic sebelumnya memang menyadari bahwa pertandingan kedua bakal menjadi tantangan berbeda. Setelah hasil imbang di Townsville, ia menegaskan timnya harus mempertahankan keberanian ketika menghadapi Brasil.
"Menjadi percaya diri, menjadi berani," kata Popovic mengenai pendekatan yang harus dipertahankan anak asuhnya. Ia juga menyebut pertandingan melawan Brasil sebagai "tes hebat" bagi skuadnya.
Sementara itu, Carlo Ancelotti melakukan sejumlah perubahan untuk pertandingan kedua. Pelatih Brasil tersebut mengubah pendekatan dari 4-2-4 menjadi sistem dengan tiga gelandang. Sebelum pertandingan, Ancelotti mengatakan timnya harus "sedikit lebih tajam di di depan" dan menyebut laga tersebut sebagai kesempatan untuk menguji pemain-pemain muda.
Perubahan itu akhirnya memberikan hasil. Brasil lebih mampu menguasai lini tengah dan meningkatkan tekanan setelah Australia sempat unggul.
Meski kalah, Australia menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan serius kepada salah satu kekuatan terbesar dunia. Penampilan Circati, Metcalfe, Irankunda dan sejumlah pemain muda lainnya menjadi modal penting Tony Popovic menuju Piala Asia 2027.
Bagi Brasil, kemenangan 4-2 menjadi respons setelah hanya bermain 1-1 pada pertemuan pertama sekaligus memberikan Ancelotti bahan evaluasi penting dalam membangun skuad baru setelah Piala Dunia 2026.
Sumber: The Guardian Socceroos ABC News