Pegadaian Championship

Javier Siverio Soroti Tiga Kartu Merah Tandang PSMS, Ungkap Penyebab Kekalahan dari PSPS

Cetak Gol Penyeimbang, Striker Spanyol Itu Kecewa PSMS Kecolongan Gol Penentu Hamzah Deva di Pekanbaru
Sukri - Minggu, 11 Oktober 2026 19:45 WIB
istimewa
PSMS harus merasakan kekalahan pertama dari PSPS Pekanbaru. (Foto: dok. psms medan)

Kitakininews.co.id - Striker PSMS Medan, Javier Siverio, menilai timnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan saat menghadapi PSPS Pekanbaru. Namun, kartu merah yang diterima Ridzar Nurviat pada babak pertama membuat perjuangan Ayam Kinantan semakin berat hingga akhirnya kalah 1-2 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Minggu (11 Oktober 2026) sore WIB.

PSMS harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31. Meski demikian, mereka mampu menjaga skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Dimas Wicaksono membawa PSPS unggul 1-0 pada menit ke-48. PSMS kemudian membalas melalui sundulan Javier Siverio pada menit ke-59 setelah menerima umpan sepak pojok Phillerson Oliveira.

Gol tersebut sempat membuka harapan PSMS untuk membawa pulang poin dari Pekanbaru. Akan tetapi, Hamzah Deva memupus harapan tim tamu setelah mencetak gol kemenangan PSPS pada menit ke-82. PSMS gagal menciptakan gol balasan hingga pertandingan berakhir.

Siverio mengakui bahwa bermain dengan jumlah pemain yang tidak seimbang sejak awal pertandingan menjadi tantangan besar bagi timnya. Meski demikian, striker asal Spanyol tersebut menilai PSMS tetap menunjukkan permainan yang cukup baik, terutama setelah turun minum.

"Kami tidak memainkan pertandingan yang buruk, tetapi memang sangat sulit ketika harus bermain dengan 10 pemain terlalu awal. Kami bermain bagus di babak kedua dan mencetak gol penyeimbang," kata Siverio seusai pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa PSMS sebenarnya berusaha mencari gol kedua setelah menyamakan kedudukan. Namun, upaya menyerang tersebut justru memberikan kesempatan kepada PSPS untuk melancarkan serangan balik yang berujung gol penentu kemenangan.

"Ketika kami berupaya mencetak gol kedua, kami mendapatkan serangan balik dan kecolongan," ujarnya.

Siverio juga menyoroti persoalan kartu merah yang menurutnya menjadi tantangan berulang bagi PSMS dalam pertandingan tandang. Ia menyebut timnya telah menerima tiga kartu merah dalam tiga laga tandang yang mereka jalani.

"Kami sudah memainkan tiga pertandingan tandang dan mendapatkan tiga kartu merah. Situasi ini sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang kami harapkan. Kami harus memperbaiki kesalahan ini, dan saya rasa ke depannya akan menjadi lebih baik," tutur Siverio.

Pernyataan penyerang Spanyol tersebut menunjukkan bahwa PSMS perlu melakukan evaluasi, terutama terkait disiplin pemain dan kemampuan menjaga keseimbangan permainan ketika menghadapi tekanan lawan. Kehilangan satu pemain terlalu dini membuat strategi tim harus berubah dan membatasi pilihan dalam membangun serangan maupun mempertahankan keunggulan.

Kekalahan dari PSPS menjadi modal evaluasi bagi PSMS sebelum menghadapi Semen Padang pada pertandingan berikutnya. Siverio dan rekan-rekannya harus segera memperbaiki kesalahan agar perjuangan mereka dalam persaingan Grup A Pegadaian Championship 2026/2027 tidak kembali terganggu oleh kartu merah dan kebobolan pada momen krusial.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

PSMS Kalah dari PSPS, Eko Purdjianto Ungkap Kartu Merah jadi Biang Kerok

Olahraga

PSMS Medan Siap Tempur di League Cup, Eko Purdjianto: Kita Harus Cepat Adaptasi

Olahraga

PSMS Medan Bidik Tiga Poin di Pekanbaru, Eko: Setiap Laga Final!

Olahraga

PSMS Medan Bidik Poin di Markas PSPS, Eko Purdjianto Bawa 23 Pemain

Olahraga

Persib Bandung Comeback Dramatis, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan atas Port FC

Olahraga

PSMS Medan Minim Kartu Kuning, Bukti Pemain Kini Lebih Sabar?