Kitakininews.co.id - Big match sarat gengsi kembali tersaji di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (25/10/2026) malam pukul 19.00 WIB. PSMS Medan akan menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027, mempertemukan dua klub tradisional Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan sepak bola nasional.
Pertandingan pekan ketujuh Grup A ini bukan sekadar pertarungan memperebutkan tiga poin. Kedua kesebelasan juga membawa ambisi besar untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus menjaga peluang bersaing menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
PSMS Medan menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 11 poin, hanya unggul satu angka atas PSIS Semarang yang berada tepat di bawahnya dengan 10 poin. Persikad Depok masih menjadi pesaing di papan atas, sementara PSPS Pekanbaru memimpin persaingan Grup A.
Persaingan yang semakin ketat membuat kemenangan akan sangat berarti bagi kedua tim. PSMS berpeluang memperbaiki posisinya dan merebut peringkat kedua, kendati bergantung pada hasil Persikad. Sementara itu, PSIS juga berkesempatan menyalip pesaingnya jika mampu membawa pulang tiga poin dari Sumatera Utara.
Bagi Ayam Kinantan, bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi modal penting. Stadion UtamaSumatera Utara telah menjadi tempat yang angker sejauh ini bagi lawan-lawan dengan tim yang menunjukkan performa meyakinkan, seperti ketika menghadapi Persiku Kudus dan Persikad Depok di pekan sebelumnya.
PSMS membantai Persiku dengan skor 6-0, kemudian melanjutkan tren positif di kandang dengan menundukkan Persikad Depok 4-0. Kemenangan atas Persikad bahkan sempat mengantarkan tim besutan Eko Purdjianto ke puncak klasemen Grup A.
Namun, perjalanan PSMS belakangan tidak sepenuhnya mulus. Mereka harus puas bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026). Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa konsentrasi sepanjang pertandingan harus dijaga jika ingin mengamankan kemenangan atas PSIS.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenahi setelah timnya kehilangan fokus pada penghujung laga melawan Semen Padang.
"Ke depan akan kami perbaiki untuk pertandingan berikutnya melawan PSIS Semarang," kata Eko usai laga kontra Semen Padang, akhir pekan kemarin.
Di sisi lain, PSIS datang dengan motivasi untuk mencuri poin di kandang lawan. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu juga melewati pertandingan terakhir dengan hasil imbang dan sebelumnya bermain tanpa gol melawan PSGC Ciamis.
Pertemuan ini turut menghadirkan cerita menarik di pinggir lapangan. Eko Purdjianto dan Widodo C. Putro sama-sama pernah menjadi bagian dari sepak bola nasional sebagai pemain. Kini, keduanya dituntut meramu strategi terbaik demi membawa tim masing-masing meraih hasil maksimal.
Jarak poin yang tipis menjadikan duel PSMS kontra PSIS diperkirakan berlangsung ketat. Dukungan suporter tuan rumah, ketajaman lini depan, dan kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang 90 menit bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan tiga poin penting di Grup A.