Kitakininews.co.id - Manchester United pulang dari Italia dengan membawa hasil mengecewakan setelah dihajar Como 1-4 pada pertandingan Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam WIB. Kekalahan ini memperpanjang periode sulit tim asuhan Michael Carrick sekaligus menjadi malam bersejarah bagi pasukan Cesc Fabregas.
Nico Paz menjadi bintang utama kemenangan Como. Pemain asal Argentina itu mencetak dua gol, sedangkan Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramon masing-masing menyumbangkan satu gol. Manchester United hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu.
Como langsung memperlihatkan ancamannya ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Paz mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti sebelum melepaskan tendangan melengkung yang tidak mampu dijangkau kiper Manchester United.
Gol cepat tersebut membuat Como semakin percaya diri mengendalikan permainan. Sebaliknya, lini pertahanan United kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain tuan rumah. Meski sempat memperoleh sejumlah peluang, tim tamu gagal menyamakan kedudukan hingga turun minum.
Petaka bagi United berlanjut pada babak kedua. Pada menit ke-49, Paz mengirimkan umpan matang kepada Douvikas yang berhasil menaklukkan kiper lawan. Delapan menit kemudian, Paz memanfaatkan kesalahan penguasaan bola di lini tengah United untuk mencetak gol keduanya sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.
Como belum berhenti. Jacobo Ramon memperbesar keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-76 melalui sundulan setelah menerima umpan silang Kaiki Bruno. Gol Zirkzee pada menit 90+1 hanya menjadi hiburan bagi Manchester United.
Fabregas Akui Sempat Meminta Pemain Mengendur
Cesc Fabregas mengapresiasi penampilan anak asuhnya, meskipun ia menyimpan penyesalan terhadap keputusan mengurangi intensitas permainan pada penghujung laga.
"Saya menyesali sepuluh menit terakhir karena saya yang meminta tim memperlambat tempo. Ada pertandingan lain dan pada kedudukan 4-0 kami bisa sedikit mengatur tenaga," kata Fabregas, dikutip dari laporan pascapertandingan.
Ia juga mengakui penurunan intensitas Como memberi kesempatan kepada United untuk mencetak gol.
"Gol mereka menyakitkan saya karena kami menurunkan intensitas dan mengendurkan blok pertahanan. Itu kesalahan saya," ujarnya.
Carrick Kritik Penampilan Manchester United
Di kubu lawan, Carrick tidak berusaha menutupi kekecewaannya. Pelatih Manchester United itu menilai persoalan timnya bukan semata-mata jumlah gol yang bersarang, melainkan cara para pemain menjalankan pertandingan.
"Cara kami bermain malam ini, dalam beberapa aspek, tidak bisa diterima," kata Carrick dalam konferensi pers seusai laga.
Ia menegaskan tanggung jawabnya bukan hanya kepada tim, tetapi juga kepada pendukung klub.
"Ini bukan soal bermain untuk saya, melainkan bermain untuk klub sepak bola ini. Ada tanggung jawab yang menyertai posisi tersebut," lanjutnya.
Kekalahan tersebut membuat Manchester United hanya mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan fase liga Liga Champions. Sementara itu, Como memperoleh kemenangan penting yang memperkuat reputasi Fabregas sebagai pelatih muda yang patut diperhitungkan di panggung Eropa.
Bagi United, hasil ini menjadi peringatan serius. Carrick harus segera menemukan solusi, terutama untuk memperbaiki organisasi pertahanan, intensitas permainan, dan kemampuan tim mengatasi tekanan lawan.
Sumber: Sky, manutd.com, uefa.com