Kitakininews.co.id - Persaingan Petr Yan dan Merab Dvalishvili kembali memanas menjelang pertarungan trilogi mereka di UFC 333. Dalam rangkaian konferensi pers menjelang duel di Etihad Arena, Abu Dhabi, Jumat (23/10/2026), juara kelas bantam UFC, Yan, melontarkan pernyataan tajam kepada mantan juara asal Georgia tersebut.
Yan datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah merebut kemenangan atas Dvalishvili dalam pertemuan terakhir mereka. Petarung Rusia itu bertekad mempertahankan sabuk juara kelas bantam, sekaligus membuktikan bahwa keberhasilannya bukan kebetulan.
"Bagi saya, ini pertarungan baru. Saya tidak ingin memikirkan pertarungan terakhir. Saya punya tujuan besar. Saya ingin menghancurkan orang ini dan mempertahankan gelar saya," kata Yan dalam konferensi pers, dikutip MMA Fighting.
Yan juga menegaskan bahwa persiapannya bersama tim dilakukan secara terukur. Ia yakin mampu kembali membongkar strategi lawannya, terutama kemampuan gulat yang selama ini menjadi senjata utama Dvalishvili.
"Kami bekerja secara presisi. Kami membongkar semuanya satu per satu. Mesin ini akan dibongkar bagian demi bagian," ujar Yan, sebelum melontarkan ancaman bahwa ia akan kembali mematahkan hidung lawannya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa besar keyakinan Yan menghadapi duel ketiga mereka dan mempertahankan gelar juara miiknya.
Namun, Dvalishvili bukan petarung yang bisa diremehkan. Julukannya, The Machine (mesin), mencerminkan tekanan tanpa henti, stamina tinggi, dan kemampuan gulat yang membuat banyak lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Dvalishvili memilih pendekatan berbeda dalam menghadapi provokasi Yan. Ia mengaku tidak lagi ingin terpancing perang kata-kata karena hasil di dalam oktagon jauh lebih penting daripada perselisihan di depan kamera.
"Perkataan dan sikap tidak hormatnya tidak mengganggu saya. Yang paling penting adalah meraih kemenangan dan menjawab semuanya dengan cara itu," ujar Dvalishvili.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak datang untuk membuktikan siapa yang lebih baik sebagai pribadi, melainkan siapa petarung yang lebih unggul.
"Saya tidak di sini untuk menunjukkan siapa orang yang lebih baik. Saya di sini untuk menunjukkan siapa petarung yang lebih baik," katanya.
Pertarungan ketiga ini memiliki arti penting bagi keduanya. Dvalishvili sebelumnya mengalahkan Yan pada 2023 melalui keputusan mutlak, sebelum Yan membalas kekalahan tersebut dalam duel ulang pada Desember 2025.
Kini, keduanya kembali berhadapan dengan catatan satu kemenangan masing-masing. Yan ingin mempertahankan sabuk juara, sedangkan Dvalishvili berambisi merebutnya kembali.
UFC 333 dijadwalkan berlangsung Sabtu (24/10/2026) di Etihad Arena, Abu Dhabi. Duel Yan melawan Dvalishvili menjadi salah satu pertarungan utama dalam kartu yang juga menampilkan perebutan gelar kelas bulu antara Alexander Volkanovski dan Movsar Evloev.
Sumber: MMA Fighting, The National, UFC