Kitakininews.co.id - Pelatih
PSMS Medan, Eko Purdjianto, memberi perhatian khusus terhadap kekuatan
PSIS Semarang menjelang pertemuan kedua tim pada pekan ketujuh
PegadaianChampionship 2026/2027. Striker
PSMS musim lalu, Felipe Cadenazzi menjadi salah satu pemain yang masuk dalam analisis tim pelatih, sementara sosok Widodo Cahyono Putro bukan nama asing bagi Eko.
PSMS akan menjamu PSIS di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (25/10/2026). Pertandingan ini menjadi ujian bagi Ayam Kinantan untuk memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sekaligus menjaga persaingan di Grup A.
Eko memastikan timnya telah mempelajari permainan PSIS melalui rekaman pertandingan. Analisis tersebut dilakukan untuk mengenali pola serangan lawan sekaligus menyiapkan langkah antisipasi agar PSMS tidak memberikan ruang bagi pemain lawan untuk mengembangkan permainan.
"Kami sudah menganalisis permainan Cadenazzi. Bukan hanya dia, semua pemain PSIS harus diwaspadai. Mereka juga ingin mencuri poin di kandang kami," kata Eko menjelang pertandingan, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Eko, mengantisipasi satu pemain saja tidak cukup untuk menghentikan ancaman PSIS. Seluruh pemain bertahan PSMS harus memiliki kewaspadaan yang sama, menjaga komunikasi, dan tidak kehilangan konsentrasi ketika menghadapi serangan lawan.
"Ada Cadenazzi, kami perlu waspada. Namun, ada atau tidak ada dia, semua pemain bertahan harus bisa mengantisipasi. Kami harus fokus sepanjang pertandingan," ujarnya.
Perhatian terhadap lini serang PSIS menjadi bagian penting dari persiapan PSMS. Eko ingin anak asuhnya mampu menjaga keseimbangan permainan, terutama ketika menghadapi tekanan dan situasi yang berpotensi menghasilkan peluang bagi tim tamu.
Eko Mengenal Karakter Widodo C Putro
Selain menganalisis kekuatan pemain lawan, Eko memiliki bekal tersendiri dalam membaca permainan PSIS karena mengenal Widodo Cahyono Putro. Keduanya pernah sama-sama membela Timnas Indonesia dan memiliki pengalaman bekerja bersama di lingkungan Bali United ketika Widodo menjalani karier kepelatihan.
Pengalaman tersebut sedikit banyak memberikan gambaran kepada Eko mengenai pendekatan sepak bola yang mungkin diterapkan Widodo. Meski demikian, ia tidak ingin menjadikan kedekatan personal sebagai satu-satunya dasar dalam menyusun strategi menghadapi PSIS.
"Kedekatan bersama Widodo di Timnas dan di Bali United, saat sama-sama sebagai staf pelatih, sedikit banyak membuat saya tahu karakter permainan PSIS seperti apa. Kami juga sudah melakukan analisis melalui video," ungkap Eko.
Ia menegaskan, hubungan baik di luar lapangan tidak akan mengurangi profesionalisme masing-masing ketika kedua tim bertanding. Eko tetap berkonsentrasi mempersiapkan PSMS, sedangkan Widodo memiliki tanggung jawab membawa PSIS meraih hasil terbaik.
"Kami profesional, sekarang berbeda klub. Semoga hasil yang terbaik untuk pertandingan besok," katanya.
Pertemuan PSMS dan PSIS pun bukan sekadar adu strategi dua tim, melainkan juga ujian bagi kemampuan masing-masing pelatih membaca perubahan permainan lawan sepanjang pertandingan.
Eko berharap hasil analisis yang dilakukan tim pelatih dapat diterapkan dengan baik oleh para pemain. Kewaspadaan terhadap Cadenazzi, pengenalan terhadap karakter permainan PSIS, serta konsentrasi selama 90 menit menjadi bagian dari upaya PSMS mengamankan kemenangan di kandang sendiri.