Kitakininews.co.id - Petr Yan kembali membuktikan dirinya sebagai penguasa kelas bantam Ultimate Fighting Championship (UFC). Petarung Rusia itu sukses mempertahankan sabuk juara setelah mengalahkan Merab Dvalishvili melalui keputusan mutlak juri dalam duel pendamping partai utama UFC 333 di Etihad Arena, Abu Dhabi, Sabtu (24/10/2026) malam atau MInggu (25/10/29026) pagi WIB.
Pertarungan yang menjadi pertemuan ketiga keduanya berlangsung sengit selama lima ronde. Ketiga juri memberikan kemenangan kepada Yan dengan skor identik 48-47. Hasil tersebut sekaligus mempertegas kebangkitan Yan dalam rivalitasnya melawan Dvalishvili, setelah kembali mengatasi mantan juara asal Georgia itu.
Dvalishvili mengawali pertarungan dengan agresivitas tinggi. Ia berusaha memanfaatkan kemampuan gulatnya untuk menekan Yan, melancarkan serangan kaki, pukulan, serta percobaan takedown berulang kali. Tekanan tersebut sempat membuat sang juara lebih banyak bertahan pada dua ronde awal.
Namun, Yan memperlihatkan pertahanan gulat yang solid. Ia mampu menggagalkan banyak upaya menjatuhkan dirinya, kemudian bangkit dengan kombinasi pukulan akurat. Serangan ke arah tubuh dan tendangan keras menjadi senjata penting Yan untuk mengurangi intensitas tekanan lawannya.
Memasuki ronde keempat, Yan semakin nyaman mengendalikan pertarungan. Ia mulai mengambil inisiatif serangan, mengarahkan pukulan ke tubuh dan kepala, serta memaksa Dvalishvili bekerja lebih keras untuk mempertahankan ritme.
Dvalishvili tetap memberikan perlawanan hingga ronde terakhir. Akan tetapi, Yan tampil lebih tenang dalam membaca serangan dan memanfaatkan celah pertahanan lawannya. Ketika bel terakhir berbunyi, sang juara memiliki alasan kuat untuk merayakan keberhasilannya mempertahankan gelar.
Usai pertarungan, Yan mengungkapkan bahwa arahan pelatih menjadi faktor penting dalam menentukan strateginya pada ronde penentuan.
"Saya mendengarkan pelatih saya. Dia mengatakan kedudukan 2-2, kamu menang ronde kelima, kamu menang pertarungan," kata Yan, seperti dikutip MMA Fighting.
Yan juga menegaskan kesiapannya menghadapi siapa pun dalam pertarungan berikutnya. "Saya tidak memilih lawan. Berikan saya Song Yadong, berikan saya King Kong, berikan saya siapa pun," ujarnya.
Di sisi lain, Dvalishvili menerima kekalahan tersebut tanpa mencari alasan. Mantan juara itu mengakui keunggulan rivalnya setelah pertarungan yang menguras tenaga.
"Saya bisa tampil lebih baik. Selamat kepada Petr Yan. Dia mengalahkan saya hari ini, dia petarung yang lebih baik," kata Dvalishvili.
Kemenangan ini memperkuat posisi Yan di puncak kelas bantam. Sementara itu, pengakuan Dvalishvili menunjukkan bahwa rivalitas panjang mereka berakhir dengan penghormatan terhadap kemampuan lawan, meski hasil pertarungan tetap menyisakan perdebatan di kalangan penggemar mengenai ketatnya penilaian juri.
Sumber: MMA FIghting, Yahoo Sports