Kitakininews.co.id - "Pertarungan saya berikutnya adalah salah satu yang terakhir dalam karier saya," tulis Makhachev di akun media sosial miliknya, Sabtu (31/10/2026) dini hari WIB.
Pernyataan juara kelas welter UFC itu langsung menyita perhatian penggemar seni bela diri campuran (MMA). Di tengah tudingan menghindari Carlos Prates, Makhachev justru mengisyaratkan bahwa waktunya di oktagon mungkin tidak akan berlangsung lama lagi.
Ia juga menanggapi anggapan bahwa Prates terlalu berbahaya untuk dihadapinya, sedangkan Michael Morales dianggap terlalu tangguh bagi dirinya.
"Mereka mengatakan Prates terlalu berbahaya bagi saya dan Morales terlalu bagus bagi saya. Jadi, saya ingin menghadapi yang terbaik di antara mereka dan sekali lagi membuktikan kepada dunia siapa yang terbaik di dunia," tulis Makhachev melalui akun X miliknya pada Jumat (30/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi jawaban terbuka Makhachev terhadap kritik yang berkembang setelah dirinya tidak mengambil tawaran pertarungan melawan Prates pada Januari 2027. Alih-alih langsung mempertahankan sabuk juara kelas welter, petarung asal
Keputusan tersebut memicu perdebatan. Sebagian pihak mempertanyakan mengapa juara bertahan tidak langsung menghadapi penantang yang sudah disiapkan UFC. Namun, Makhachev mempunyai alasan tersendiri dan menegaskan bahwa ia ingin berhadapan dengan petarung yang benar-benar layak mendapatkan kesempatan perebutan gelar.
"Saya ingin menghadapi yang terbaik di antara mereka," menjadi pesan utama Makhachev di tengah kontroversi tersebut.
Islam Makhachev Tak Mau Salah Pilih Penantang
Persoalan bermula ketika pertarungan Makhachev melawan Prates sempat dibicarakan untuk UFC 336 di Toronto, Kanada. Namun, rencana itu tidak terwujud setelah Makhachev memutuskan tidak bertarung pada jadwal Januari.
CEO UFC Dana White sebelumnya mengatakan Makhachev memilih menunda pertarungan hingga setelah Ramadan. UFC kemudian menetapkan Prates untuk menghadapi Morales dalam perebutan sabuk interim kelas welter pada 30 Januari 2027.
Pemenang duel tersebut diproyeksikan menjadi lawan Makhachev berikutnya dalam pertarungan penyatuan gelar.
Makhachev menjelaskan bahwa dirinya tidak melihat alasan untuk langsung menghadapi Prates ketika Morales juga sedang menunggu
kesempatan perebutan gelar.
"Prates dan Morales akan bertarung untuk menentukan siapa penantang yang benar-benar layak, dan saya akan menghadapi pemenangnya," kata Makhachev kepada media Rusia Pound4Padel.
Ia kemudian mengungkapkan alasan yang menjadi dasar keputusannya.
"Mereka menawarkan pertarungan melawan Prates, yang baru saja kalah dari Ian Machado Garry, petarung yang sudah saya kalahkan," ujarnya.
Makhachev menilai duel Prates melawan Morales akan memberikan jawaban yang lebih jelas mengenai siapa penantang yang paling pantas. Dengan demikian, ia tidak perlu menghadapi satu petarung terlebih dahulu sementara kandidat lain tetap menunggu giliran.
"Biarkan mereka bertarung, lalu kita akan mengetahui siapa penantang yang sebenarnya," tegasnya.
Carlos Prates Berang, Sebut Makhachev Pengecut
Penjelasan tersebut belum meredakan kekecewaan Prates. Petarung asal Brasil berjuluk The Nightmare itu justru melontarkan kritik keras setelah mengetahui dirinya akan menghadapi Morales, bukan langsung menantang juara bertahan.
Prates merasa kesempatan merebut gelar yang telah lama diperjuangkannya kembali tertunda. Ia juga mempertanyakan keputusan Makhachev yang tidak bersedia bertarung pada Januari.
"Saya sudah bekerja untuk impian menjadi juara selama 17 tahun, dan sekarang Anda menundanya," tulis Prates dalam unggahan media sosialnya.
Prates kemudian menyinggung rekam jejaknya dan menegaskan keyakinannya dapat mengalahkan Morales.
"Pada 30 Januari, saya akan meng-KO Michael Morales, kemudian saya akan kembali untuk memensiunkan Anda, pengecut!" tulisnya.
Serangan verbal tersebut tidak dibiarkan begitu saja oleh Makhachev. Sang juara membalas dengan mengingatkan Prates bahwa dirinya telah mengalahkan Garry, sosok yang sebelumnya memberikan kekalahan kepada petarung Brasil tersebut.
"Saya baru saja mengalahkan orang yang mengejar Anda mengelilingi oktagon selama lima ronde," tulis Makhachev.
Ia melanjutkan dengan kalimat yang lebih menusuk.
"Diam dan berlatihlah. Anda tidak berada di level saya. Sampai jumpa,"balas Makhachev lagi.
Pertukaran pernyataan tersebut membuat duel perebutan gelar interim semakin menarik. Prates ingin membuktikan bahwa dirinya layak menjadi juara, sedangkan Makhachev bersikeras menunggu pemenang yang dianggap paling pantas untuk menantangnya.
Rekor Impresiv Makhachev Jadi Modal Menghadapi Kritik
Makhachev bukan petarung yang datang ke kelas welter tanpa prestasi. Setelah mendominasi kelas ringan dan merebut gelar di divisi tersebut, ia naik ke kelas welter dan mengalahkan Jack Della Maddalena pada November 2025 untuk merebut sabuk juara.
Pada Agustus 2026, ia mempertahankan gelar tersebut dengan mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan juri. Kemenangan itu memperpanjang rentetan kemenangan beruntunnya di UFC menjadi 17 pertarungan, sebuah rekor yang menempatkannya di antara petarung paling dominan dalam sejarah promosi tersebut.
Namun, prestasi itu tidak serta-merta menghentikan kritik. Sebagian penggemar menilai seorang juara seharusnya bersedia menghadapi penantang yang ditentukan promosi, terutama ketika perebutan gelar menjadi pertaruhan utama.
Di sisi lain, Makhachev ingin memastikan pertarungan berikutnya memiliki nilai kompetitif yang jelas. Ia tidak hanya ingin mempertahankan sabuk, tetapi juga membuktikan bahwa dirinya masih menjadi petarung terbaik di dunia.
Pernyataannya mengenai penghujung karier membuat situasi semakin menarik. Pada usia 35 tahun, Makhachev mulai memberi sinyal bahwa ia tidak berencana bertarung selamanya. Kendati demikian, ia belum mengumumkan tanggal pensiun atau memastikan berapa kali lagi akan tampil di oktagon.
Prates atau Morales, Siapa yang Akan Dihadapi Makhachev?
Duel Carlos Prates melawan Michael Morales pada 30 Januari 2027 akan menjadi penentu arah persaingan kelas welter UFC.
Prates dikenal memiliki kemampuan penyelesaian melalui knockout dan berambisi membuktikan dirinya pantas menjadi juara.
Sementara itu, Morales datang dengan catatan profesional yang belum ternoda kekalahan, sehingga pertarungan tersebut juga menjadi ujian besar bagi petarung Ekuador itu.
Jika Prates menang, ia akan mendapatkan kesempatan memburu sabuk juara yang selama ini menjadi targetnya. Apabila Morales yang keluar sebagai pemenang, petarung tak terkalahkan tersebut akan memiliki peluang besar menghadapi Makhachev.
Bagi Makhachev, siapa pun pemenangnya akan menghadirkan tantangan tersendiri. Ia harus membuktikan bahwa keputusan menunggu bukan cara menghindari lawan, melainkan bagian dari keinginannya menghadapi penantang terbaik.
Kini, pernyataan Makhachev tentang pertarungan terakhirnya menambah dimensi baru dalam persaingan tersebut. Jika duel berikutnya benar-benar menjadi salah satu pertarungan terakhir dalam kariernya, pertarungan penyatuan gelar kelak bisa menjadi kesempatan penting untuk memperkuat warisannya di UFC.
Makhachev telah menegaskan pilihannya: ia ingin menghadapi pemenang Prates versus Morales. Selanjutnya, hasil pertarungan pada Januari 2027 akan menentukan siapa yang berhak berdiri di hadapan sang juara.
Satu hal yang pasti, Makhachev tidak ingin mengakhiri kariernya dengan meninggalkan pertanyaan tentang siapa petarung terbaik di kelas welter. Ia ingin menjawabnya sendiri di dalam oktagon.