Kitakininews.co.id -
PSMS Medan mengawali perjalanan di
I.League Cup 2026/2027 dengan hasil imbang 1-1 melawan
Persija Jakarta. Meski gagal mengamankan kemenangan di hadapan ribuan pendukung sendiri, Ayam Kinantan memperlihatkan karakter pantang menyerah setelah berhasil memaksakan hasil seri melalui gol
Phillerson Natan Silva De Oliveira.
Bertanding di Stadion Utama Sumatera Utara, Selasa (3/11/2026) malam WIB, PSMS harus bekerja keras menghadapi Persija yang datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai pemuncak klasemen sementara Super League, kasta teratas kompetisi sepakbola profesional Indonesia. Pertandingan pembuka turnamen tersebut berlangsung sengit dengan kedua tim berusaha mengambil kendali permainan.
Persija lebih dahulu memberikan pukulan kepada tuan rumah menjelang turun minum. Figo Dennis Saputrananto membungkam publik Stadion Utama Sumatera Utara setelah mencetak gol indah dari luar kotak penalti pada menit ke-42. Gol tersebut membuat Macan Kemayoran menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Tertinggal satu gol membuat PSMS harus mengubah pendekatan permainan setelah jeda. Pelatih Eko Purdjianto melakukan sejumlah pergantian pemain sekaligus menyesuaikan strategi untuk meningkatkan daya gedor Ayam Kinantan.
Perubahan itu memberikan dampak positif. PSMS tampil lebih agresif, meningkatkan tekanan, dan mulai merepotkan pertahanan Persija. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi penyelesaian akhir belum langsung menghasilkan gol.
Eko tidak menampik timnya melakukan kesalahan pada babak pertama yang berujung gol Persija. Menurutnya, kelengahan tersebut menjadi salah satu hal yang harus segera dievaluasi.
"Pertandingan yang menarik, pertandingan yang seru. Kita di babak pertama lengah sehingga kebobolan satu gol," ujar Eko seusai pertandingan.
Namun, pelatih PSMS itu melihat respons berbeda dari anak asuhnya setelah memasuki babak kedua. Pergantian pemain yang telah disiapkan sebelumnya membuat permainan tim lebih hidup, terutama dalam membangun serangan.
"Memang kita sudah siapkan beberapa pemain di babak kedua, sehingga terjadi banyak perubahan di situ, terutama secara taktikal. Pemain bisa menerjemahkan taktikal dan banyak peluang yang kita bikin," jelasnya.
Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80. Memanfaaatkan umpan terobosan pemain PSMS, Rangga Muslim, penyerang asal Brasil, Phillerson Natan Silva De Oliveira berhasil mencetak gol penyeimbang sekaligus menghidupkan kembali harapan pendukung PSMS untuk melihat tim kesayangannya membalikkan keadaan.
Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1. PSMS pun semakin bersemangat untuk mencari gol kemenangan, sementara Persija berusaha mempertahankan hasil yang sudah diperoleh.
Eko memberikan apresiasi kepada pemain, termasuk yang masuk dari bangku cadangan. Menurutnya, kontribusi mereka menjadi bagian penting dari perubahan permainan PSMS pada paruh kedua.
"Di babak kedua kita menciptakan banyak peluang. Yang terjadi hanya satu gol. Kita manfaatkan peluang yang ada, ada beberapa pemain yang masuk dan memberikan pengaruh di tim. Alhamdulillah, patut kita syukuri hasil ini dan pemain mampu meraih hasil tersebut," tambahnya.
Kendati demikian, Eko mengakui hasil imbang bukanlah target utama. Bermain di kandang sendiri dengan dukungan suporter yang begitu besar, kemenangan tentu menjadi hasil yang paling diharapkan.
Namun, menghadapi Persija yang saat ini berada di posisi teratas Liga 1 membuat satu poin tetap memiliki arti tersendiri.
"Yang terbaik memang (bisa) menang, tetapi hasil ini kita syukuri melawan tim Persija yang sekarang berada di peringkat satu di Liga 1," katanya.
Selain mengapresiasi perjuangan pemain, Eko juga memberikan perhatian khusus kepada suporter PSMS yang memenuhi stadion. Atmosfer 22 ribu lebih penonton pertandingan menjadi salah satu faktor yang membuat laga pembuka I.League Cup berlangsung semarak.
Ia berharap antusiasme penonton tidak hanya terlihat ketika PSMS bermain dalam turnamen, tetapi juga terus terjaga sepanjang kompetisi reguler.
"Untuk suporter kita, luar biasa. Baru sekarang ini penonton full. Kita harapkan ke depannya tidak hanya di Copa (I.League Cup), di kompetisi juga sama, karena suporter sangat antusias dan bisa menambah semangat untuk kita," ungkapnya.
Eko pun berharap dukungan yang sama kembali hadir pada pertandingan berikutnya.
"Mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi di pertandingan berikutnya," tambahnya.
Hasil 1-1 memang belum memberikan tiga poin kepada PSMS. Namun, kemampuan bangkit setelah tertinggal dari tim sekelas Persija menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan.
Evaluasi terhadap kelengahan di babak pertama dan peningkatan efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah Eko Purdjianto. Di sisi lain, perubahan permainan pada babak kedua memberikan sinyal positif bahwa PSMS memiliki kapasitas untuk bersaing menghadapi tim-tim papan atas. Satu poin dari pertandingan pembuka ini menjadi awal perjalanan PSMS di I.League Cup 2026/2027.