Kitakininews.co.id - Pelatih Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan, memberikan perhatian khusus terhadap kekuatan kolektivitas PSMS Medan menjelang pertemuan kedua tim dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (7/11/2026) malam WIB.
Ridwan menyadari PSMS bukan lawan yang bisa dihadapi dengan mengandalkan kemampuan individu semata. Menurutnya, kekuatan tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut justru terletak pada kerja sama antarpemain yang terbangun dengan baik, mulai dari lini belakang, tengah hingga sektor penyerangan.
Persiraja sendiri datang ke Medan dengan modal kepercayaan diri yang mulai membaik. Ridwan menyebut timnya sedang menunjukkan perkembangan positif setelah melewati sejumlah pertandingan sebelumnya.
Ia mengakui perjalanan Persiraja tidak sepenuhnya berjalan mulus. Namun, di balik hasil yang belum sesuai harapan, terdapat perkembangan permainan dan kualitas individu pemain yang menjadi modal untuk bangkit.
"Kita ingin mengembalikan kepercayaan diri pemain. Meskipun dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya ada kesalahan, tetapi ada sisi positif yang saya lihat. Ability atau kemampuan pemain itu sangat baik," ujar Ridwan dalam konferensi pers jelang pertandingan lewat aplikasi zoon.
Menurut Ridwan, persoalan utama yang harus dibenahi bukan semata-mata kemampuan teknis pemain, melainkan bagaimana mengembalikan keyakinan mereka agar bisa tampil lebih lepas di lapangan.
"Bagaimana caranya mengembalikan kemampuan itu dengan mengembalikan kepercayaan diri mereka. Ketika kepercayaan diri sudah didapatkan, dengan sendirinya kemampuan mereka akan keluar. Mereka bisa bermain lebih lepas dan lebih baik lagi," katanya.
Mantan pemain nasional dan tim nasional Indonesia itu mengungkapkan, proses membangun kembali kepercayaan diri tersebut terus dilakukan melalui latihan maupun pertandingan. Hasilnya mulai terlihat dari perkembangan permainan Persiraja dalam beberapa kesempatan terakhir.
"Alhamdulillah, dari pertandingan ke pertandingan dan hari demi hari latihan, baik dalam latihan maupun pertandingan, kita terus mencoba meningkatkan itu. Kepercayaan diri pemain juga sudah mulai meningkat," ungkapnya.
Meski demikian, Ridwan tidak ingin anak asuhnya cepat berpuas diri. Ia menilai Persiraja masih memiliki ruang besar untuk berkembang dan mengeluarkan seluruh potensi yang dimiliki.
"Tim ini adalah tim yang terus berkembang. Kita berharap apa yang sudah dicapai sekarang ini masih belum apa-apa. Masih banyak hal yang bisa digali dan dikeluarkan oleh pemain. Kalau semuanya bisa keluar, hasilnya tentu akan jauh lebih baik," tegas Ridwan.
Ketika ditanya mengenai pemain PSMS yang paling patut diwaspadai, Ridwan justru tidak menunjuk satu atau dua nama. Ia menilai kekuatan Ayam Kinantan terletak pada organisasi permainan dan kerja sama tim yang solid.
Menurutnya, PSMS memiliki keseimbangan permainan di setiap lini. Hal tersebut membuat ancaman tidak hanya datang dari pemain tertentu, tetapi bisa muncul melalui kombinasi serangan yang dibangun secara kolektif.
"Kita melihat PSMS lebih terlihat sebagai tim yang kolektif, tim yang bermain secara tim. Dari belakang, tengah maupun depan, tidak ada yang terlalu menonjol secara individu," jelasnya.
"Bukan karena mereka tidak bagus secara individu, tetapi penonjolan individu itu tereduksi karena kerja sama taktiknya sangat baik. Jadi, kita melihat PSMS sebagai tim yang bagus secara kolektif dibandingkan individu," lanjut Ridwan.
Ia secara khusus menyoroti kontribusi para pemain PSMS dalam membangun serangan. Termasuk ketajaman striker asal Spanyol, Siverio, yang saat ini masuk dalam jajaran pencetak gol terbanyak kompetisi.
Ridwan mengingatkan bahwa produktivitas Siverio tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras rekan-rekannya.
"Meskipun Siverio mencetak banyak gol dan sekarang berada dalam daftar top scorer, gol-gol tersebut juga banyak dihasilkan dari kerja keras pemain lainnya. Kemudian kolektivitas yang dibangun mulai dari belakang ke depan. Itu yang menjadi poin penting untuk kita waspadai," tegasnya.
Dengan demikian, Persiraja tidak hanya akan berkonsentrasi menghentikan pergerakan satu pemain, melainkan berusaha meredam keseluruhan skema permainan PSMS.
Dari sisi kesiapan skuad, Ridwan membawa kabar positif. Ia memastikan seluruh pemain, baik lokal maupun asing, berada dalam kondisi tersedia untuk pertandingan melawan PSMS.
Itu berarti, bek asal Brasil, Daniel Alemao, gelandang asal Uruguay, Martín Chaves hingga striker Djakaridja Junior Traoré siap diturunkan pada laga kontra PSMS Medan.
Persiraja masih memiliki satu agenda latihan terakhir sebelum pertandingan. Dari sesi tersebut, tim pelatih akan melihat kondisi kebugaran sekaligus menentukan kebutuhan komposisi pemain yang akan diturunkan.
"Yang pasti, semua pemain lokal dan asing available. Kita masih ada satu kali latihan hari ini. Kita lihat bagaimana kondisi dan kebutuhan untuk pertandingan besok," ungkapnya.
Sementara itu, mendampingi Ridwan, pemain Persiraja, Fityan mengaku timnya siap untuk tampil maksimal di kandang PSMS Medan.
Persiraja memiliki modal kemenangan 3-1 atas Persiku Kudus pada pertandingan sebelumnya, Jumat (30/10/2026). Hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Laskar Rencong sebelum bertandang ke Medan.