Kitakini.news – Di tengah persiapan untuk bisa mengusung targetmeraih sembilan medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh-Sumut, ternyataada hal yang menjadi ganjalan bagi organisasi yang membawahi para atlet balapsepeda tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Prestasi (Binpres)Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumut Chairul Azmi, mengatakan, saranadan prasarana menjadi kendala terkait pembinaan atlet balap sepeda.
Katanya, tahun lalu ISSI Sumut tak mendapatkan bantuanperlengkapan dari KONI Sumut karena terkendala pandemi Covid-19.
Segi peralatan dan perlengkapan tahun lalu ISSI tidakmendapatkan bantuan perlengkapan dari KONI Sumut karena angka yang dimintaterlalu besar. Karena harga sepeda saat itu luar biasa. Kami berharap tahun iniISSI dapat bantuan dari KONI Sumut dan dari Dispora," sebut Chairul Azmi di Posko Publikasi PON XXI/2024 Kantor Dispora Sumut Jalan Williem Iskandar, Rabu 31 Mei 2023.
"Kami juga butuh venue minta dibuatkan trek BMX Cross.Sesuai SK Gubernur itu venue di Cadika. Namun pembangunannya simpangsiur," beber Chairul Azmi.
Sedangkan Pengawas Pendamping (Wasping) dari KONI Sumut,Rambe Tarigan mengatakan, bila target yang diusung balap sepeda optimis mamputerpenuhi. Hal ini melihat kemampuan para atlet dan prestasi yang sudah diraih.Seperti Dara Latifah berhasil meraih 2 medali emas di SEA Games 2023 Kamboja.
"Balap sepeda sudah ada bibit yang memberikan prestasibagi Sumut. Atlet banyak, tinggal pembinaan yang harus kita pertajam dan intens.Dan harapan kita, tentunya balap sepeda ini juga memberikan prestasi terbaikdengan meraih emas di PON 2024," tuturnya.
Katanya, regenerasi atlet balap sepeda cukup baik. Hal inimemiliki dari banyaknya atlet usia dini yang berani bersaing meski usia belummencukupi mengikuti kejuaraan.
"Dan atlet-atlet balap sepeda ini juga sudah banyakyang meraih prestasi, seperti di Banda Aceh dan Padang. Bahkan ada yang umurnyabelum mencukupi, tapi berani tampil dan meraih prestasi," pungkasnya.
Redaksi