Kitakini.news -Ketua Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) drTuahman Franciscus Purba M.Kes, Sp.An bertekad akan menjadikan Kota Siantarsebagai kota Peradaban Kebudayaan multi etnis di Sumut. Sebab, kotakecil ini banyak menyimpan potensi kebudayaan dan hasil kerajinan tangan yangtelah lama tidak muncul, yakni Tenunan.
"Dengan pusat kebudayaan yangcukup banyak dan relatif kurang didengar, maka sebagai putra putra Simalungun yang dulunya orang tua saya tinggalSiantar, dengan visi misi dan program yang langsung menyentuh rakyat, saya akanmenjadikan Peradaban Kebudayaan dan Pendidikan di Siantar ini muncul dandikenal kembali dimata dunia," papar Tuahman kepada wartawan di Medan, Rabu(29/5/2024).
Hal ini dikatakan TuahmanPurba terkait pencalonan dirinya sebagai bakal calon (Bacalon) Walikota Siantardi Pilkada serentak, Rabu (27/11/2024) mendatang.
Tuahman mengatakan, dirinyamerasa terpanggil untuk maju sebagai Walikota Siantar karena melihat kota keciltersebut telah berada ditengah-tengah infrastruktur jalan yang sudah dibangunoleh Pemerintah Pusat yakni Jalan Tol Sinaksak yang pintu keluarnya berada diPanaitongah.
Bila kondisi ini tidakdikelola dan ditata dengan baik, lanjut Tuahman, maka Siantar hanya akanmenjadi kota lintas saja. Bahkan lebih dari itu, masyarakat langsung menujulokasi wisata dunia Danau Toba tanpa harus singgah atau menetap 1 sampai 2 haridi Siantar.
"Tentunya ini hal ini akanmembawa dampak pengaruh yang kurang baik bagi Siantar. Untuk itu, bila kedepankita akan tata kota ini dengan cara membangun Gedung Sanggar Kebudayaan besertalokasi kerajinan nenek moyang berupa Tenunan serta menjadikan Siantarminiaturnya Parapat, maka saya yakin akan banyak para wisatawan yang akandatang singgah bahkan menetap 1 sampai 2 hari di Siantar," bebernya.
Untuk menjadikan itu semua,menurut Tuahman, dirinya akan merangkul masyarakat, para investor dan Stakeholderlainnya agar bersama-sama membangun Siantar Satu (Sejahtera, Aman, Tangguh dan Unggul)dan Siantar Tepat (Terampil, Peduli, dan Teruji). (**)