Kitakini.news - CalonWali Kota nomor urut 3, Hapendi Harahap, mengatakan, salah satu solusi untukmenekan angka pengangguran Padangsidimpuan yang cukup tinggi adalah denganmemperketat pengawasan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) maupunpembelanjaannya di APBD.
Menurutnya,salah satu penyebab angka pengangguran di Kota Padangsidimpuan 7,57 persen pada2023 lalu adalah terjadinya kebocoran PAD dan pembelanjaan di APBD yang taktepat sasaran, atau bahkan dikorupsi. Jika PAD dan APBD dikawal dengan baik,maka akan terjadi percepatan pembangunan.
"Denganterjadinya percepatan pembangunan, maka akan sejalan dengan munculnya lapanganpekerjaan baru di Padangsidimpuan," ujar Hapendi, menjawab pertanyaanPanelis dalam debat publik pertama di Hall Hotel Grand Mercure, Kota Medan,Kamis (24/10/2024).
Kemudian,langkah menekan angka pengangguran, menurut Hapendi, pihaknya juga akanberupaya dengan maksimal mengundang investor dari luar daerah ataupunMancanegara untuk berinvestasi guna membuka lapangan pekerjaan baru. Jikalapangan kerja terbuka luas, maka daya beli masyarakat juga akan meningkat.
"Jikadaya beli meningkat, ekonomi akan bertumbuh pesat dan kesejahteraan rakyat akanterwujud," sebutnya.
PerlunyaPeningkatan Hotel
Kemudian,menanggapi pertanyaan Panelis terkait apakah perlu meningkatkan jumlah Hotel diPadangsidimpuan yang jumlahnya pada 2023 sebanyak 28 unit, Hapendi mengaku,jika terpilih nanti menjadi Kepala Daerah pihaknya ingin sektor Pariwisatalebih maju.
"Olehkarena itu, kami menganggap perlu peningkatan pembangunan Hotel guna menunjangsektor Pariwisata di Kota Padangsidimpuan. Karena biar bagaimanapun juga, Hotelyang ada di Kota Padangsidimpuan terbilang masih sangat-sangat sederhana,"kesalnya.
"Maka,perlu pembangunan Hotel yang lebih baik lagi guna memunculkan minat wisatawanuntuk berkunjung ke Kota Padangsidimpuan. Kita akan membuat Berastagi-nyaTabagsel misalnya di Bukit Simarsayang, Kota Padangsidimpuan. Dan kami sudahmemprogramkan ini," tegasnya menambahkan.
PenangananEgo Sektoral antar OPD
Selanjutnya,menanggapi pertanyaan Panelis terkait bagaimana penanganan ego sektoral antarOPD Kota Padangsidimpuan yang menyebabkan pelayanan terhadap masyarakat belummaksimal, menurut Hapendi, untuk menyelesaikan ini, perlu adanya ketegasan dariKepala Daerah.
Untukitu, Hapendi-Gempar nanti akan menempatkan orang-orang yang kompeten sesuaidengan bidangnya di OPD Kota Padangsidimpuan. Jadi, penempatan tidak dilakukanberdasarkan suka atau tidak suka maupun KKN.
"Dankita juga akan menghilangkan budaya yang selama ini sudah acap terdengarbisik-bisik di kalangan OPD yaitu, Marpege-pege (urunan)," tukas Hapendimenutup.
Sebagaiinformasi, pelaksanaan debat publik perdana yang digelar oleh KPU KotaPadangsidimpuan ini disiarkan secara live streaming di siaran televisi InewsSumatera Utara (Sumut), Youtube, official Inews Nasional, dan portal InewsSumut.