Kitakini.news -Anggota
Komisi X DPR RI dari FraksiPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dr Sofyan Tan, membagikan 500 paket Ramadhan kepada warga di Kota Medan menjelangIdul Fitri1447 Hijriah.
Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bubuk teh, dan sirup. Kegiatan pembagian dilakukan di empat lokasi berbeda di Kota Medan, yakni di Jalan Bakti Luhur, Kecamatan Medan Helvetia; Jalan Luku V, Kecamatan Medan Johor; Jalan Karya Lestari, Kecamatan Medan Polonia; serta di Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan yang berada di Komplek CBD Polonia, Medan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap pada Jumat dan Sabtu, 13 dan 14 Maret 2026. Kehadiran warga di setiap titik pembagian terlihat antusias menyambut kegiatan sosial yang rutin dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri tersebut.
Meski membawa bantuan sembako, dr Sofyan Tan menegaskan kepada warga agar tidak memandang kegiatan tersebut hanya sebagai pembagian bantuan pangan. Ia mengingatkan bahwa sembako hanya memberikan manfaat sementara dan tidak dapat mengubah kehidupan seseorang secara permanen.
"Sembako ini hanya bisa bikin kenyang, tapi tidak bisa bikin pintar, apalagi bikin kaya. Dalam seminggu juga sudah habis, tapi pendidikan bisa untuk selamanya, seumur hidup," ujar dr Sofyan Tan di sela kegiatan.
Menurutnya, bantuan sembako yang dibagikan sejatinya menjadi sarana untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan penting mengenai arti pendidikan.
"Ibarat merpati yang tidak pernah ingkar janji. Sembako ini hanya perantara perjumpaan saya dengan warga untuk menyampaikan pesan bahwa pendidikanlah yang akan membawa kita keluar dari garis kemiskinan," katanya.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset, dan olahraga, Sofyan Tan menyebut dirinya selama lebih dari 12 tahun konsisten memperjuangkan berbagai program pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemerintah, di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, hingga program revitalisasi gedung sekolah di berbagai daerah.
Ia menilai perhatian terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat membuka kesempatan lebih baik bagi anak-anak dari keluarga sederhana untuk memperbaiki masa depan mereka.
"Kalau anak-anak bisa sekolah dengan baik, mereka punya kesempatan memperbaiki kehidupan keluarga mereka," ujarnya.
Dalam salah satu kegiatan pembagian sembako di kawasan Jalan Karya Lestari, Medan Polonia, suasana haru sempat terlihat ketika seorang nenek penerima bantuan menitikkan air mata setelah menerima paket sembako dari dr Sofyan Tan.
Dengan mata berkaca-kaca, perempuan lanjut usia tersebut mengaku terharu karena setiap tahun Sofyan Tan selalu datang mengunjungi kawasan tempat tinggalnya dan tidak melupakan warga yang hidup dalam keterbatasan.
"Beliau selalu datang setiap tahun ke sini. Kami merasa tidak dilupakan," ujar nenek tersebut lirih.
Bagi dr Sofyan Tan, pertemuan langsung dengan warga seperti ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kecil harus terus dilakukan.
Ia berharap bantuan sembako yang dibagikan menjelang Idul Fitri tersebut dapat sedikit meringankan kebutuhan warga, sembari terus menanamkan kesadaran bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan.