Kitakininews.co.id - Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara (Sumut), Iskandar ST menegaskan bahwa kritik yang disampaikan Ricky Anthony terhadap sikap Gubernur Sumut (Gubsu) Bobby Nasution yang Walk Out saat sidang paripurna beberapa waktu lalu, merupakan penyampaian pandangan Partai politik.
Iskandar ST menyebut, jika kritikan itu merupakan sikap resmi dari NasDem Sumut yang ditujukan kepada Bobby Nasution.
"Pernyataan Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony merupakan sikap resmi DPW Partai NasDsm Sumut. Dan kita juga sangat menyangkan sikap Walk Out saat paripurna, karena dinilai tidak menghargai legislatif. Padahal legislatif dan eksekutif merupakan lembaga yang setara," jelas Iskandar ST kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (30/7/2026).
Sebelumnya diberitakan, tindakan Gubernur Sumut Bobby Nasution Walk Out rapat paripurna DPRD Sumut, Selasa (21/7/2206) kemarin, kini manjadi sorotan publik. Sikap Bobby ini, terkesan emosional dan arogan, sehingga sangat disayangkan berbagai eleman masyarakat.
Terkait persoalan tersebut, awak media kemudian meminta tanggapan Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony. Politisi dari Partai NasDem yang akrab disapa RA ini, juga sangat menyayangkan hal itu.
"Bagi NasDem tidak ada kata lain yang bisa menggambarkan hal ini selain 'arogan'. NasDem minta sikap seperti ini dihentikan. Ini merupakan sikap NasDem. Jika fraksi lain memilih diam atau perbandangan lain, tentu kita hormati," tutur RA, Senin (27/7/2026).
Diinformasikan, berbagai elemen masyarakat sangat menyayangkan sikap Bobby yang walkout 'tanpa pamit'. Meski, pada momen tersebut sidang paripurna masih berlangsung di DPRD Sumut.
Saat itu, mekanisme paripurna berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. Hanya tinggal memasuki sesi terakhir, yaitu penandatanganan keputusan bersama. Namun ada salah satu anggota dewan yang mempertanyakan kuorum, sesaat sebelum Ketua DPRD Sumut mengambil keputusan.
Tentunya, semua pihak diberi hak untuk bicara dan tinggal menunggu semua hal yang ditanyakan anggota dijawab oleh pimpinan dewan. Namun alih-alih bersabar, Bobby malah keluar ruangan yang kemudian diikuti oleh semua OPD atas perintahnya.
Semestinya, tak ada alasan bagi gubernur untuk 'ngambek' dan meninggalkan ruangan. Karena, interupsi tersebut dari anggota ke pimpinan dewan. Sama sekali tidak ada menyinggung gubernur.
Sikap Bobby walkout saat sudah memasuki akhir tahapan, justru membuat paripurna tidak bisa dilanjutkan. Karena, semestinya gubernur tatap berada di sana untuk melakukan penandatanganan bersama. (**)