Anak Kepulauan Nias Jadi Lulusan Terbaik, Darni Gulo Buktikan KIP Kuliah Aspirasi Sofyan Tan Buka Jalan Masa Depan

CT3 - Sabtu, 29 Agustus 2026 14:28 WIB
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan mengucaokan selamat pada anak asuhnya, Darni Gulo, mahasiswi KIP Kuliah yang menjadi lukysan terbaik. (Foto : Nal)

Kitakininews.co.id -MEDAN : Rasa haru menyelimuti Darni Gulo ketika namanya diumumkan sebagai lulusan terbaik umum pada Wisuda XXIII Politeknik Mandiri Bina Prestasi (MBP) Tahun Akademik 2025/2026.

Perempuan asal Kepulauan Nias itu berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dari Program Studi Administrasi Bisnis. Di tengah ratusan wisudawan, Darni berdiri di podium dengan sebuah pencapaian yang menjadi buah dari perjalanan panjang menghadapi keterbatasan ekonomi demi mengejar pendidikan tinggi.

Bagi Darni, toga yang dikenakannya bukan sekadar simbol kelulusan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan pendidikan dapat membuka jalan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan.

Di balik keberhasilan Darni, terdapat dukungan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah melalui jalur aspirasi Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan.

Darni merupakan satu dari 64 wisudawan Politeknik MBP yang menyelesaikan pendidikan melalui program KIP Kuliah Aspirasi dr Sofyan Tan. Program tersebut membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, namun menghadapi keterbatasan ekonomi.

Darni mengaku pernah berada dalam situasi sulit ketika ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kondisi ekonomi keluarga membuat harapan untuk kuliah nyaris terkubur.

Ia masih mengingat kegelisahan ibunya yang tidak memiliki kemampuan untuk membiayai pendidikannya. Namun, kesempatan kemudian datang melalui program KIP Kuliah Aspirasi dr Sofyan Tan.

Bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup selama menjalani perkuliahan memberikan ruang bagi Darni untuk fokus menyelesaikan pendidikan. Kesempatan itu dimanfaatkannya dengan tekun hingga akhirnya berhasil meraih predikat lulusan terbaik.

Dengan suara bergetar, Darni menyampaikan rasa terima kasih kepada dr Sofyan Tan. Baginya, bantuan pendidikan tersebut bukan hanya sekadar beasiswa, tetapi menjadi jembatan yang membuka jalan menuju masa depan.

Darni juga menilai perjuangan memperluas akses pendidikan yang dilakukan dr Sofyan Tan tidak mengenal sekat suku, agama maupun latar belakang sosial. Menurutnya, kesempatan pendidikan harus terus diberikan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan, tetapi terkendala biaya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, turut menghadiri Wisuda XXIII Politeknik MBP Medan dan menyampaikan pesan kepada para wisudawan.

Ia mengungkapkan, dari total 114 wisudawan Politeknik MBP, sebanyak 64 orang merupakan penerima bantuan KIP Kuliah Aspirasi. Secara keseluruhan, Politeknik MBP telah menerima lebih dari 1.300 kuota KIP Kuliah atau hampir 8 persen dari sekitar 17.000 alokasi aspirasi yang diperjuangkannya untuk 154 perguruan tinggi.

Program tersebut juga mencatat prestasi akademik yang menonjol. Dari empat lulusan terbaik Politeknik MBP pada wisuda kali ini, tiga di antaranya merupakan penerima KIP Kuliah Aspirasi.

Sofyan Tan mengatakan keberhasilan mahasiswa dari keluarga kurang mampu menjadi dorongan moral baginya untuk terus memperjuangkan akses pendidikan tinggi.

"Ketika melihat anak-anak ini berhasil, rasa lelah itu hilang," ujar Sofyan Tan.

Menurut politisi senior tersebut, keberhasilan mahasiswa penerima beasiswa membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

Kepada para wisudawan, legislator Komisi X DPR RI itu menitipkan lima pilar penting untuk menghadapi dunia kerja, yakni dedikasi, kejujuran, inisiatif, tanggung jawab dan sikap inklusif.

Dedikasi, menurut Sofyan Tan, diperlukan untuk membangun kesungguhan dalam bekerja. Kejujuran menjadi dasar penting dalam menjaga integritas, baik secara moral maupun finansial.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki inisiatif, yakni kemampuan untuk bertindak dan mencari solusi tanpa selalu menunggu perintah. Selain itu, setiap lulusan harus memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan dan keputusan yang diambil.

Sofyan Tan turut mengingatkan pentingnya sikap inklusif dan tidak diskriminatif. Menurutnya, kemampuan menghargai keberagaman dan membangun hubungan dengan berbagai kalangan dapat membuka lebih banyak peluang di masa depan.

Selain lima pilar tersebut, Sofyan Tan menekankan pentingnya upskilling atau peningkatan keterampilan secara berkelanjutan bagi lulusan pendidikan vokasi.

Menurutnya, dunia kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi dan industri. Karena itu, lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah, tetapi harus terus memperbarui kemampuan agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Ketua Yayasan MBP, Christianto Y.V. Tarigan, mengatakan keberhasilan mahasiswa penerima KIP Kuliah Aspirasi menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi pendidikan tersebut.

Dari 114 wisudawan Politeknik MBP, sebanyak 64 orang merupakan penerima KIP Kuliah Aspirasi. Bahkan, tiga dari empat lulusan terbaik pada wisuda kali ini merupakan penerima bantuan pendidikan tersebut.

"Yang lebih membanggakan, tiga dari empat lulusan terbaik MBP kali ini merupakan penerima beasiswa tersebut," ujar Christianto Y.V. Tarigan.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan akademik. Ketika kesempatan pendidikan diberikan secara terbuka, mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga mampu bersaing dan mencatatkan prestasi.

Atas prestasi yang diraih Darni Gulo sebagai lulusan terbaik umum, Yayasan MBP memberikan apresiasi khusus berupa beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata Satu atau S1 di Universitas MBP.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Manchester City Menggila, Palace Dihajar 1-4, Enzo Maresca Puji Performa Rayan Cherki

Politik

Pemko Medan Raih Anugerah Program Ekonomi Terpuji detikSumatera Awards 2026 Lewat Digitalisasi Pajak

Politik

Setahun Lebih Dilaporkan, Kuasa Hukum Pertanyakan Perkembangan Dugaan Pelecehan Anak di Nias Selatan

Politik

Viktor Silaen: Jangan Politisasi Bantuan Bobby Untuk Korban Puting Beliung di Medan Johor

Politik

Bunda PAUD Gunungsitoli Kunjungi KB Kasih Karunia, Dorong Pendidikan dan Kesehatan Anak Usia Dini

Politik

Pemprovsu Siapkan Kampung Kreatif Sumut Berkah