Kitakini.news -
Agnez Mo buka suara soal kondisi
Indonesia terkini, tepatnya aksi massa yang marak.
Melansir berbagai sumber, Selasa (2/9/2025), Agnez Mo menyampaikan pendapatnya ini melalui Instagram Story pribadinya.
"Semuanya berawal dari EQ yang rendah, cara berbicara di depan umum yang memecah belah dan merendahkan, serta tanpa empati," buka Agnez Mo.
Seperti diketahui, huru-hara di Indonesia belakangan ini berawal dari ucapan dan nirempati.
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," ungkapnya.
Masalahnya, belakangan ini cara bicara para anggota DPR dianggap menyulut sakit hati rakyat. Padahal, public speaking harusnya menjadi hal paling mendasar.
"Logika model begitu sudah cukup menunjukkan semua yang perlu kita tahu," sambung penyanyi berusia 39 tahun itu.
Penyanyi yang menjalani kariernya di Amerika Serikat itu mengingatkan untuk menjadi pemimpin bukan sekadar soal IQ. Kepemimpinan menuntut jauh lebih dari itu.
"Kepemimpinan menuntut segalanya. Menuntut EQ, menuntut integritas, menuntut empati, visi, dan di atas segalanya," tambah Agnez Mo.
Dia pun berharap Indonesia tetap teguh. Agnez Mo akan selalu bangga menggaungkan nama Indonesia di setiap panggung yang dinaikinya.
"Warga jaga warga karena pada akhirnya kita adalah satu bangsa, disatukan oleh satu kebenaran: Bhineka Tunggal Ika," pungkas Agnez Mo.