Kitakini.news - Musisi
Dipha Barus dan
Hindia bergandengan tangan, berkolaborasi bersama, dalam sebuah
single yang bertajuk Nafas.
Melansir berbagai sumber, Sabtu (25/4/2026), single karya Dipha Barus dan Hindia ini terinspirasi dari kisah sehari-hari namun sering terabaikan yaitu tentang generational trauma.
"Selalu ada hal-hal yang mengganggu, tapi tetap carry on saja. Struggle, tapi tetap lanjut," ujar Hindia atawa Baskara.
Lewat lirik yang ditulis Baskara, karya ini mengajak pendengarnya untuk memutus generational trauma dari sebuah siklus tak berujung.
Generational trauma atau trauma yang terbentuk karena diwariskan dari generasi ke generasi tak sedikit ditemukan di dalam keluarga.
Keluarga yang harusnya menjadi ruang aman seringkali malah menjadi sumber dari luka batin. Meski begitu, hal ini sering tabu untuk dibahas dan akhirnya menjadi sebuah siklus tak berujung.
"Ada satu bagian yang terasa sangat personal buat saya, tentang memutus sebuah siklus," kata Hindia lagi.
Dipha Barus pun menjadi sadar bahwa banyak luka yang selama ini dianggap personal, sebenarnya memiliki akar yang lebih luas.
"Dari apa yang gue baca, gue baru ngerti bahwa penderitaan personal sering kali sebenernya struktural, yang kita kira luka pribadi, sebenernya luka kolektif yang diindividualisasi," kata Dipha Barus.
Alih-alih menghadirkan komposisi yang sepenuhnya gelap, Dipha Barus membangun kontras antara gerak dan refleksi.
"Buat gue, kontradiksi itu justru yang bikin lagu ini terasa jujur. Gue punya pengalaman pribadi, lari sering jadi pelarian gue waktu lagi feeling low," akunya.
"Di dalam lari, gue bisa berproses apa yang ada di kepala, mengurai satu-satu ketakutan gue hari itu. Tubuh bergerak maju, tapi justru kontemplasi. 'Nafas' sebenernya mimik proses itu," tambah Dipha Barus.
Sebagai informasi, Nafas karya kolaborasi Dipha Barus dan Hindia kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform yang ada di Indonesia.