Kitakininews.co.id - Grup band
Efek Rumah Kaca mendapat kesempatan menggarap original soundtrack (OST)
film Laut Bercerita. Sebuah
lagu yang berjudul
Matilah Kau Mati pun meluncur.
Melansir berbagai sumber, Sabtu (1/8/2026), lirik OSTMatilah Kau Mati ini ditulis Leila S. Chudori, Sutardji Calzoum Bachri, dan vokalis Efek Rumah Kaca Cholil Mahmud.
"Lagu Matilah Kau Mati ingin menggandakan semangat yang sudah ada di dalam film dan novelnya," kata Cholil Mahmud.
Lagu yang berjudul Matilah Kau Mati ini diambil dari puisi yang tercantum dalam novel best seller Laut Bercerita karya Leila S. Chudori.
"Bahwa semangat baik sebenarnya bertebaran di banyak tempat dan bisa menghasilkan sesuatu yang baik juga, asalkan kita mau mengubah dan mentransformasikannya," tambahnya.
Larik Matilah Kau Mati memang menjadi salah satu kalimat ikonik dari semesta Laut Bercerita, yang juga banyak dikutip oleh pembacanya dan para penikmat film pendeknya.
Sebagai informasi, filmLaut Bercerita akan tayang di bioskop Indonesia pada Oktober 2026 ini.
Film ini diproduksi oleh Pal8 Pictures, bekerja sama dengan bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha Lynx Films, dan Brandlink.
Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, dengan skenario yang ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila S. Chudori. Leila juga menjadi produser film ini bersama Gita Fara dan Budi Setyarso.
Pemeran yang terlibat dalam Laut Bercerita yakni Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, dan masih banyak lagi.
Lagu Matilah Kau Mati dari Efek Rumah Kaca yang menjadi OSTLaut Bercerita pun sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital.
Sementara itu, aransemen digarap oleh Knogg -moniker Angan Senja- musisi sekaligus putra dari Cholil Mahmud.
Cholil bersama Efek Rumah Kaca kemudian meramu dan menciptakan musik dengan Knogg sebagai produser.
Matilah Kau Mati terdengar liris dengan aransemen minimalis gitar yang dibalut dengan electric piano dan synth (synthesizer), yang kemudian menonjolkan karakter vokal khas Cholil.
Lagu tersebut terdengar seperti nyala lilin di ruang gelap, meski bernada perlahan namun setiap baitnya mengandung optimisme.
"Mungkin saat ini kita merasa keberanian itu dibungkam, dikubur, tapi akan lahir berkali-kali. Keberanian itu akan lahir di mana saja," kata Leila sang penulis.