Kitakininews.co.id -
Teuku Rifnu Wikana mengalami sekian
cedera saat
syutingfilm Memburu Pemangsa. Dan dia pun harus mengakui hal itu sebagai proses yang berat.
Melansir berbagai sumber, Rabu (23/9/2026), Teuku Rifnu Wikana bahkan menyebut film garapan Umay Shahab itu menjadi pengalaman syuting paling berat selama dirinya berkarier di dunia film.
"Ini adalah syuting terberat seumur sepanjang saya berkarier di dalam film dan karena beratnya itu, maka saya sampai beberapa kali cedera," tuturnya.
Cedera tersebut dialami Teuku Rifnu Wikana dalam beberapa kejadian selama proses syuting.
Dia mengungkap bagian kepalanya sempat terkena botol. Sementara itu, kondisi kakinya membuat dia harus menjalani pemeriksaan menggunakan MRI hingga CT scan.
"Yang kepala kena botol lah, yang kaki harus di MRI lah, harus di CT scan lah," tambah Teuku Rifnu Wikana.
Meski menghadapi proses syuting yang berat, Teuku Rifnu mengaku bersyukur mendapat dukungan dari orang-orang yang terlibat dalam film Memburu Pemangsa.
Menurutnya, perhatian dari rekan-rekan selama proses produksi membuat dirinya tetap bisa menjalani berbagai tantangan yang ada.
Memburu Pemangsa sendiri merupakan film bergenre horor, kriminal, dan laga garapan Umay Shahab.
Ceritanya mengikuti penyelidikan terkait hilangnya sejumlah anak yang kemudian membawa para tokoh ke dalam situasi berbahaya.
Film produksi Sinemaku Pictures tersebut dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, Taskya Namya, dan Andri Mashadi.
Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Sebagai informasi, dalam film ini, Teuku Rifnu Wikana berperan sebagai sosok predator yang menjadi pemangsa anak-anak.
Peran itu membuatnya harus mendalami karakter dengan sisi dan tindakan yang bertolak belakang dengan dirinya sebagai seorang aktor.
Demi mendalami karakter tersebut, Teuku Rifnu Wikana berusaha memahami motivasi besar di balik setiap tindakan tokoh yang diperankannya.
"setiap hari saya pulang, saya nangis, saya goblok-goblokin diri sendiri. Apa ya kok gini amat hidup ya gitu. Berat banget, berat banget," pungkas Teuku Rifnu Wikana.