Jelajahi Keindahan Sejarah Medan: Destinasi Wajib di Kawasan Kesawan

Fitri - Jumat, 09 Agustus 2024 22:40 WIB
Instagram @kesawanwalkingstreet
Kawasan Kesawan Medan.
Kitakini.news - Medan, sebagai salah satu kota tua di Indonesia, menyimpan banyak gedung bersejarah yang menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu.

Salah satu kawasan yang kaya akan nilai sejarah adalah Kawasan Kesawan, yang sering disebut sebagai titik nol Kota Medan. Kawasan ini penuh dengan bangunan tua yang menawarkan pesona wisata sejarah yang tidak boleh dilewatkan.

Bagi Anda yang tertarik dengan wisata sejarah, Kawasan Kesawan bisa menjadi pilihan ideal. Tidak perlu menggunakan kendaraan untuk menjelajahi kawasan ini, karena jarak antar bangunan bersejarah relatif dekat, sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Pemerintah Kota Medan melalui situs resminya, portal.pemkomedan.go.id, telah menyediakan panduan wisata sejarah di kawasan ini yang bisa diikuti oleh wisatawan.

1. Rumah Tjong A FieSalah satu bangunan yang wajib dikunjungi adalah Rumah Tjong A Fie di Jalan A Yani. Rumah dengan gaya arsitektur Tiongkok kuno ini dibangun pada tahun 1900 dan merupakan kediaman Tjong A Fie, jutawan pertama di Sumatera yang terkenal hingga kini.

2. Restoran Tip TopTidak jauh dari Rumah Tjong A Fie, terdapat Restoran Tip Top yang berdiri sejak 1930-an. Restoran ini merupakan tempat bersantai para orang Belanda di masa lalu dan hingga kini, suasananya masih mempertahankan nuansa klasik era tersebut.

3. Gedung LonsumGedung Lonsum, yang dibangun pada tahun 1906, merupakan salah satu bangunan bersejarah dengan arsitektur unik yang sering dijadikan lokasi foto prewedding atau sekadar swafoto oleh pengunjung.

4. Gedung WarenhuisDi Jalan Hindu, Anda akan menemukan Gedung Warenhuis, supermarket pertama di Medan yang didirikan pada tahun 1919. Gedung ini tidak hanya menjual sandang dan pangan, tetapi juga menyediakan barang elektronik pada masanya.

5. Gedung Balai KotaDi ujung Jalan A Yani menuju Lapangan Merdeka, terdapat Gedung Balai Kota yang dulunya dikenal sebagai Gemeentehuis. Bangunan ini merupakan kantor Walikota Medan pertama, Baron Daniel Mackay, dan dibangun oleh arsitek Hulswit pada tahun 1908.

6. Kantor Bank Indonesia (BI) MedanTepat di sebelah Gedung Balai Kota, berdiriKantor Bank Indonesia (BI) Medanyang dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1907. Gedung ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda dan dirancang oleh arsitek ternama saat itu.

7. Monumen Kereta ApiDi dekat Stasiun Kereta Api Medan, Anda dapat melihat Monumen Kereta Api, yang merupakan lokomotif pertama di Medan, dibuat pada tahun 1914 dengan nama Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) 38.

8. Pajak Ikan LamaTidak jauh dari monumen tersebut, terdapat Pajak Ikan Lama yang dibuka pada tahun 1890 oleh Tjong A Fie atas permintaan Pemerintah Belanda. Dulunya, tempat ini merupakan pusat perdagangan ikan dan kini telah berubah menjadi pusat penjualan kain dan pakaian.

Dengan mengikuti panduan wisata sejarah ini, Anda dapat menjelajahi kekayaan sejarah Kota Medan sambil menikmati keindahan arsitektur klasik yang masih terjaga dengan baik. Selamat menikmati perjalanan sejarah di Medan!*

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Wisata dan Kuliner

PQN Medan DigiFest 2026 Resmi Dibuka, Rico Waas Andalkan QRESTO untuk Perkuat Digitalisasi Pajak

Wisata dan Kuliner

Kejar-kejaran di Medan, Polisi Tabrak Mobil Pembawa Ganja

Wisata dan Kuliner

Car Free Night Kesawan Dorong Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata Kota Medan

Wisata dan Kuliner

Pojok PBB Hadir di Medan DigiFest 2026, Bapenda Medan Permudah Pembayaran Pajak Digital

Wisata dan Kuliner

Ihwan Ritonga Sayangkan Rico Waas Tak Hadiri Peresmian BRT Mebidang

Wisata dan Kuliner

Budi Pranoto Divonis 7,5 Tahun, Kasus Smartboard Langkat Menanti