Kitakini.news - Selain durian, orang luar Sumatra Utara mengenal
Medan sebagai kota yang identik dengan becak motor. Bahkan tidak sedikit yang penasaran untuk mencoba moda transportasi yang dikenal sebagai raja jalanan ini.
Melansir berbagai sumber, Kamis (5/9/2024), dikatakan raja karena becak motor nyaris memenuhi jalanan yang di Medan. Dia bisa melaju cepat, menyalip dan menyelip, hingga sering dijadikan kambing hitam sebagai biang kemacetan.
Nyatanya, becak motor adalah solusi di jalanan bagi warga Medan. Bentuknya yang unik, ongkosnya yang bersaing, hingga kegunaannya yang beragam adalah kelebihan yang tidak bisa dihindari.
Tidak jelas sejak kapan becak motor mulai beroperasi di Medan, namun ada yang mengatakan sejak 1960-an. Berikut ciri dan guna Becak motor di Medan:
1. Penumpang duduk di samping pengemudi. Hal ini berbeda dengan becak-becak di kota lain yang umumnya penumpang berada di depan pengemudi.
2. Dirakit dengan tambahan roda dan diberi jok tempat duduk untuk penumpang. Jadi, tidak ada industri becak mesin secara pabrikan (dibuat secara massal di pabrik) melainkan dirakit secara manual.
3. Ukurannya sama dengan bodi mobil mini (city car). Kalau pengemudinya lincah, becak dapat memutar balik arah tanpa harus belok berputar.
4. Kecepatan atau laju becak motor sama kencangnya seperti sepeda motor dan pengemudinya wajib mengenakan helm.
5. Muatannya bisa lebih dari 5 orang: tiga di bangku penumpang, dua duduk di pagar atau besi depan bangku penumpang, dan satu di jok belakang pengemudi.
6. Dapat dimanfaatkan untuk membawa barang. Rangka atap bisa dibuka dengan mudah seperti katup sebuah payung (terpal).
7. Soal ongkos tidak ada kepastian, tergantung jarak dan muatan juga kelihaian tawar-menawar antara penumpang dan pengemudi.
8. Biasanya memakai sepeda motor Honda, Kawasaki, TVS, KTM, dan sebagainya. Dan, biasanya dibeli melalui cicilan kredit.