Kitakini.news - Tren tidak melulu soal fesyen, kuliner, hobi, dan lainnya. Namun, bisa juga menyentuh bahan makanan yang berupa sayur.
Melansir berbagai sumber, Sabtu (10/1/2026), jika sebelumnya kale, kembang kol, kubis Brussel, dan wortel jadi tren, maka 2026 ini giliran kubis yang jadi bintang.
Setidaknya ini menurut Pinterest Predicts 2026,. Platform ini bahkan menyebut tren ini sebagai 'Cabbage Crush'.
Yang masuk dalam 'Cabbage Crush' antara lain kubis merah dan hijau, napa, bok choy, caraflex, dan savoy.
"Hidangan ini hemat biaya, bergizi, dan sangat membangkitkan nostalgia," kata Sydney Stanback, pemimpin bidang tren global dan wawasan Pinterest.
Artinya, kubis memenuhi banyak kriteria yang sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.
"'Mencerminkan kembalinya hal-hal mendasar dalam iklim ekonomi saat ini, dipadukan dengan keinginan untuk membuat makanan rumahan terasa baru kembali melalui cita rasa global yang berani," ujar Stanback lagi.
Sebagai informasi, harga kubis memang umumnya terjangkau dan mudah didapat. Satu buah kubis utuh dapat menjadi bahan masakan selama beberapa hari jika disimpan dengan benar.
Joe Yonan, penulis buku 'Mastering the Art of Plant-Based Cooking', berpendapat ketahanan ini membuat kubis menjadi lebih ekonomis.
Kemudian, kubis itu serbaguna. Kubis bisa menjadikannya lalapan, tumis, rebusan, masakan berkuah, dan sayuran panggang. Pun kubis bisa difermentasi sehingga nilai gizinya meningkat.